Sukses

Gunung Gede Retak Imbas Gempa Cianjur, Jalur Pendakian Ditutup

Liputan6.com, Jakarta Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) menyebabkan puncak Gunung Gede mengalami retakan. 

"Dari hasil pengecekan terdapat retakan dan longsoran," kata Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Agus Deni saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (28/11/2022). 

Pengecekan Balai Besar TNGGP bersama petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan unsur lainnya ditemukan titik retakan. Pertama di Cisalada dengan lebar 10 meter dan panjang 100 meter. 

"Di satu lokasi ini ada dua titik longsoran. Itu terlihat dari Gayonggong," ucapnya. 

Sementara retakan kedua berada jalur pendakian Gunung Putri tepatnya di Blok Romusa sepanjang 7 meter dan longsoran di Blok Tanah Merah dengan lebar 8 meter serta tinggi 3 meter. 

"Pintu gerbang pertama di pos 1 jalur Gunung Putri roboh. Namun fasilitas lainnya seperti Shelter Emergency dalam kondisi baik," kata dia. 

Sehubungan dengan terjadinya gempa M 5,6 dan terjadi gempa susulan, Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menutup sementara jalur pendakian dan wisata air terjun Cibereum-Cibodas. 

"Penutupan dilakukan sampai kondisi kondusif dan tidak terjadi lagi gempa susulan," ujarnya. 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Perpanjang Operasi Pencarian

Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian korban gempa Cianjur, Jawa Barat selama tiga hari atau dari tanggal 28 hingga 30 November 2022.

Koordinator Misi Pencarian Basarnas, Jumaril melalui keterangan tertulis di Cianjur, Jawa Barat, menuturkan pencarian dipusatkan pada tiga lokasi.

"Hari ini tim masih melaksanakan pencarian terhadap 11 korban dengan tiga worksite (lokasi kerja) seperti hari sebelumnya," kata Jumaril seperti dilansir dari Antara, Senin (28/11/2022). 

Jumaril menjelaskan lokasi pertama di Warung Sate Sinta melibatkan 176 personel, lima regu anjing pelacak, dan empat personel pendeteksi kehidupan (life detector). Kemudian lokasi kedua di Desa Cijedil RT03/RW01 Kecamatan Cugenang dengan 134 personel, empat tim anjing pelacak, dan empat personel life detector.

Lokasi ketiga di Kampung Cicadas Desa Cijedil Kecamatan Cugenang dengan 62 personel, dua tim anjing pelacak, dan empat personel life detector.

Selain kegiatan pencarian dan pertolongan, tim Basarnas menyalurkan bantuan logistik berupa terpal, paket kebutuhan keluarga termasuk kebutuhan balita, beras, dan air mineral.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS