Sukses

Top 3 News: Presiden ACT Ungkap Gaji Pimpinan Sempat Sentuh Rp 250 Juta

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait ramainya soal Aksi Cepat Tanggap (ACT). Rupanya, diakui Presiden ACT Ibnu Khajar membenarkan kabar soal pendapatan gaji sempat menyentuh angka Rp 250 juta.

Meski demikian, dia mengklaim itu berlaku saat Januari 2021 dan tak berlaku tetap. Kemudian menurut Ibnu, pada Desember 2021 ACT pun memutuskan mengurangi gaji akibat kondisi keuangan yang tidak stabil.

Ibnu menjelaskan, karena posisi yang tidak stabil tersebut, maka pihaknya memotong gaji dari setiap karyawan untuk mengurangi beban biaya operasional yang ada.

Kemudian, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali dan PPKM Luar Jawa-Bali. Perpanjangan tersebut berlaku mulai 5 Juli sampai 1 Agustus 2022.

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali tersebut melalui Inmendagri Nomor 33 Tahun 2022 dan PPKM Luar Jawa Bali melalui Inmendagri Nomor 34 Tahun 2022.

Dijelaskan Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal, bberapa daerah terpaksa harus dinaikkan menjadi Level 2, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sorong.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah prediksi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) soal Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandez mengatakan, langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di panggung Pilpres 2024 masih terganjal restu dari ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kendati elektabilitas di survei selalu berada di posisi tiga besar.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada jalur alternatif alias tertutup sama sekali, karena ada Partai Nasdem yang dalam konvensinya melalui Rakernas beberapa waktu lalu memunculkan aspirasi untuk mengusung Ganjar. Namun, jalur alternatif itu menurut Arya, sepertinya tidak akan diambil Ganjar Pranowo.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu 5 Juli 2022:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Presiden ACT Benarkan Gaji Pimpinan Sempat Sentuh Rp 250 Juta

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar membenarkan kabar soal pendapatan gaji sempat menyentuh angka Rp 250 juta.

Meski demikian, dia mengklaim itu berlaku saat Januari 2021 dan tak berlaku tetap.

"Jadi kalau pertanyaannya apa sempat diberlakukan? Kami sempat memberlakukan di Januari 2021, tapi tidak berlaku permanen," kata dia saat jumpa pers di kantornya di kawasan Jakarta Selatan, Senin 4 Juli 2022.

Menurut Ibnu, pada Desember 2021 ACT pun memutuskan mengurangi gaji akibat kondisi keuangan yang tidak stabil.

"Sampai teman-teman mendengar di bulan Desember 2021, sempat ada kondisi filantropi menurun signifikan sehingga kami meminta kepada karyawan mengurangi gajinya mereka," ungkap dia.

Karena posisi yang tidak stabil tersebut, lanjut Ibnu, pihaknya memotong gaji dari setiap karyawan untuk mengurangi beban biaya operasional yang ada.

"Kami memilih dua hal apakah kami mengurangi karyawan waktu itu atau apakah kami mengurangi beberapa alokasi karyawan? Beberapa karyawan memilih kami sharing aja supaya, kami mengurangi menanggung sehingga beberapa dikurangi (gaji) secara kolektif," ujarnya.

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. PPKM Jawa Bali Diperpanjang, DKI Jakarta Naik Level 2

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Jawa Bali dan Luar Jawa Bali mulai 5 Juli sampai 1 Agustus. Perpanjangan PPKM Jawa Bali ini melalui Inmendagri Nomor 33 Tahun 2022 dan PPKM Luar Jawa Bali melalui Inmendagri Nomor 34 Tahun 2022.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal menjelaskan, pada PPKM kali ini perlu ada perhatian serius kepada seluruh pihak, khususnya Jawa Bali yang kembali ada daerah dengan status PPKM Level 2.

“Akhir-akhir ini kita melihat adanya peningkatan kasus covid-19 dikarenakan adanya penyebaran varian BA.4 dan BA.5. Beberapa daerah terpaksa harus dinaikkan menjadi Level 2 yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sorong,” terang Safrizal, Selasa 5 Juli 2022.

Dengan menggunakan indikator transmisi komunitas untuk melakukan asesmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan PPKM, saat ini untuk Jawa Bali terdapat 114 daerah dengan status PPKM Level 1, menurun dari pelaksanaan Inmendagri sebelumnya yaitu 128 daerah.

Sedangkan jumlah daerah dengan status Level 2 meningkat menjadi 14 daerah, dari yang sebelumnya tidak ada satupun daerah yang berada di Level 2.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Prediksi CSIS: Ganjar Tak Akan Pertaruhkan Keanggotaan di PDIP demi Posisi Capres

Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di panggung Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih terganjal restu dari ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kendati elektabilitas di survei selalu berada di posisi tiga besar. 

Meski demikian, bukan berarti tidak ada jalur alternatif alias tertutup sama sekali, karena ada Partai Nasdem yang dalam konvensinya melalui Rakernas beberapa waktu lalu memunculkan aspirasi untuk mengusung Ganjar.

Namun, jalur alternatif itu sepertinya tidak akan diambil Ganjar Pranowo. Keyakinan itu diungkapkan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandez karena menurutnya Ganjar masih menunggu keputusan PDIP.

"Saya tidak yakin Ganjar akan berani maju dalam pencapresan 2024 melalui partai lain. Ia, menurut saya, masih menunggu PDIP,” ujar Arya Fernandes melalui keterangan tertulis, Selasa 5 Juli 2022. 

Arya menilai, Ganjar tidak akan mempertaruhkan karier politiknya dengan maju melalui partai lain karena sejumlah alasan.  

"Pertama, belum ada kepastian pencalonan dari partai lain. Dan kedua, Ganjar tidak berani mengambil risiko dengan memilih jalan yang berbeda dengan PDIP, karena hal tersebut didasarkan pada kontribusi PDIP dalam membentuk karir politik Ganjar,” papar Arya.

 

Selengkapnya...