Sukses

PSI Akui Pasang Baliho Ganjar Pranowo di Sejumlah Tempat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha membenarkan partainya memasang sejumlah baliho yang membuat gambar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan logo Rembuk Rakyat.

"Kami memang yang memasangnya, terkait program Rembuk Rakyat yang kami gelar sejak akhir Februari lalu. Ini merupakan wujud komitmen terus mensosialisasikan kegiatan Rembuk Rakyat PSI, sampai November mendatang, untuk mencari penerus Pak Jokowi," kata dia, Rabu (29/6/2022).

Diketahui ada sembilan nama yang dianggap ideal sebagai menerus Jokowi dalam Rembuk Rakyat PSI. Mereka adalah Emil Dardak, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Muhammad Andika Perkasa, Mochamad Ridwan Kamil, Muhammad Tito Karnavian, Najwa Shihab, dan Sri Mulyani Indrawati.

Sembilan nama tersebut diperoleh setelah para pengurus dan kader PSI menemui para tokoh muda, guru, akademisi, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, dan orang-orang yang dianggap mewakili rakyat.

PSI yakin, sembilan sosok tersebut adalah kader-kader bangsa yang dianggap mampu melanjutkan politik kesejahteraan, politik bersih, dan politik keterbukaan.

Giring juga menjelaskan, pemasangan tersebut ada yang dibantu dari pendukung Ganjar. Bahkan, jika kandidat lain ada yang mau melakukan hal yang sama, PSI siap membantu.

"PSI akan juga membantu pemasangan, termasuk menyediakan desainnya," tutur dia.

 

2 dari 3 halaman

Dukung Pernyataan Jokowi

Sebelumnya, PSI mengaku mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal ojo kesusu terkait Capres 2024.

Adapun dukungan itu diperlihat melalui sejumlah baliho yang tersebar di berbagai jalan.

"Baliho-baliho itu memang kami yang pasang. Kalau ditanya tujuannya, ya ini kira-kira bentuk dukungan kami pada Pak Jokowi bahwa ojo kesusu atau jangan tergesa-gesa dalam menetapkan calon presiden mendatang," kata Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha, Jumat (24/6/2022).

Dia menegaskan, saat ini pemerintah dan seluruh elemen bangsa tengah fokus menangani pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan.

Energi dan waktu elite politik juga selayaknya lebih banyak ditumpahkan untuk agenda tersebut daripada kasak-kusuk soal capres yang akan dimajukkan ke Pilpres 2024.

"Pilpres masih dua tahun lagi. Bukan tidak boleh bicara soal pencapresan, tapi alokasi energi dan waktunya harus proporsional," ungkap Giring.

Dia berharap para elite bisa terketuk hatinya untuk tak membicarakan politik kekuasaan.

 

3 dari 3 halaman

Tak Dukung Anies

Sementara, PSI menyatakan tidak akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024, lantaran dianggap bermasalah.

"Menyangkut hal ini, sudah sangat jelas bahwa PSI tidak akan mendukung Mas Anies di Pilpres 2024. Kami memeluk teguh prinsip anti intoleransi dan anti-korupsi. Maka, tak mungkin kami mendukung kandidat yang bermasalah dalam dua atau salah satu prinsip tersebut," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/6/2022).

Dia mengatakan, bagi PSI politik bukan hanya soal menang dan kalah. Politik perlu memperjuangkan prinsip.

"Prinsip harus ditegakkan dengan sebaik-baiknya. PSI menolak untuk bersikap pragmatis dan oportunis," ujar Grace.

Dalam hasil penjaringan akar rumput PSI, kata Grace, Anies tidak masuk dalam sembilan nama yang layak menjadi penerus Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Sembilan nama hasil penjaringan teman-teman PSI di daerah itulah yang masuk dalam Rembuk Rakyat PSI. Nama Mas Anies tidak ada di sana," pungkas Grace.