Sukses

Jokowi: Mencari dan Membeli Vaksin Tidak Mudah, Direbutkan 215 Negara

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan sulitnya mencari dan membeli vaksin Covid-19. Pasalnya, saat ini vaksin Covid-19 diperebutkan oleh 215 negara untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal masyarakatnya.

"Kita juga harus tau semuanya bahwa mencari vaksin, membeli vaksin itu bukan barang yang mudah karena menjadi rebutan dari 215 negara yang ada di dunia ini, semuanya ingi mendapatkan vaksin," ujar Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Kawasan Industri Jababeka Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

Untuk vaksinasi gotong royong, dia mengatakan Indonesia telah mendapatkan 420.000 dosis vaksin tahap pertama. Jumlah tersebut masih jauh dari komitmen ketersediaan sebanyak 30 juta dosis vaksin.

"Segera saya perintahkan untuk dilaksanakan di lapangan dan kita harapkan nanti kita akan mendapatkan suplai vaksinnya lebih banyak," jelasnya.

Secara keseluruhan, dia menyebut bahwa hingga kini baru 23 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikan ke masyarakat. Jokowi mengakui bahwa progres vaksinasi nasional tersebut masih jauh dari target pemerintah yakni, 380 juta dosis vaksin.

"Sehingga proses vaksinasi gotong-royong ini bisa mempercepat target dari vaksinasi yang ingin kita lakukan yaitu 181,5 juta dari penduduk yang ingin kita vaksin. Kita harapkan target itu bisa dipercepat dengan adanya vaksin gotong royong ini," tutur Jokowi.

2 dari 3 halaman

Vaksinasi Gotong Royong

Adapun vaksinasi gotong royong adalah inisiatif dari kalangan pengusaha untuk membantu pemerintah mempercepat herd immunity atau kekebalan komunal. Melalui program ini, perusahaan memberikan vaksin secara gratis kepada para pekerja dan buruh.

Sebagai informasi, vaksinasi gotong royong akan menggunakan jenis vaksin Sinopharm dan CanSino. Untuk tahap awal ini, vaksinasi gotong royong hanya menggunakan vaksin Sinopharm.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan besaran harga untuk vaksinasi Covid-19 gotong royong dengan merek Sinopharm. Harganya, sebesar Rp 500.000 untuk sekali suntik.

"Harga sudah ditetapkan, harga vaksin Rp 375.000 per dosis. Dan penyuntikannya Rp 125 ribu sehingga total Rp 500 ribu," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (10/5/2021).

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: