Sukses

Top 3 News: Terobos Ring 1 Istana, Pengendara Moge Dilumpuhkan Paspampres

Liputan6.com, Jakarta - Video viral pengendara motor besar atau moge dilumpuhkan dengan cara ditendang oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Artikel ini menjadi berita terpopuler pertama di top 3 news, Jumat, 26 Februari 2021.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Minggu 21 Februari 2021.

Menurut Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang, pengendara moge tersebut terpaksa dilumpuhkan lantaran menerobos jalan yang ditutup pada saat petugas tengah mengamankan instalasi VVIP di Kantor Wakil Presiden.

Sementara, banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat juga tak kalah menuai sorotan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengatakan masih ada tujuh kecamatan yang hingga kini masih terendam banjir. 

Bahkan tak sedikit pula rumah warga yang rusak parah imbas dari terjangan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Saat ini masih ada sekitar 5.362 warga yang masih bertahan di posko pengungsian.

Sementara itu, adanya dugaan pengambilalihan kekuasaan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, terus bergulir

Bahkan partai berlambang Mercy tersebut kini didesak untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) agar AHY mundur dari Ketua Umum. Seruan tersebut datang dari Ketua Umum Kader Muda Demokrat (KMD) Aswin Ali Nasution. 

 Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat, 26 Februari 2021:

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 5 halaman

1. Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1 Istana, Paspampres: Di Aturan Harusnya Ditembak

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan video yang memperlihatkan anggota Paspampres menendang sejumlah pengendara motor gede (moge) saat sunday morning ride (sunmori) di Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Minggu 21 Februari 2021.

Peristiwa tersebut terjadi di dekat Kompleks Istana Kepresidenan atau Ring 1.

Wisnu mengatakan pengendara moge tersebut dilumpuhkan Paspampres karena menerobos jalan yang sedang ditutup. Kala itu, Paspampres tengah melakukan pengamanan instalasi VVIP di Kantor Wakil Presiden.

Oleh karena itu, petugas menutup Jalan Veteran III dengan memasang pembatas jalan. Namun tiba-tiba pengendara moge menerobos masuk. Wisnu menyebut petugas sudah menghentikan agar pengendara tak masuk ke Jalan Veteran III.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Rumah Rusak Parah, 5.362 Warga Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Masih Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 5.362 warga korban banjir masih berada di posko pengungsian, hingga Kamis (25/2/2021) sore. Mayoritas warga bertahan lantaran kondisi rumahnya rusak parah akibat diterjang banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, jumlah warga yang berada di pengungsian saat ini sudah berkurang banyak, dari sebelumnya berjumlah 37.792 jiwa.

Terkait hal ini, Henri menegaskan pihaknya sudah mendata seluruh rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir, untuk kemudian ditindaklanjuti bersama pemerintah terkait.

Sedangkan untuk titik banjir, kata dia, masih tersisa di tujuh kecamatan dengan ketinggian 10-50 cm. Di antaranya Cabangbungin, Muaragembong, Pebayuran, Sukakarya, Babelan, dan Karangbahagia.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Organisasi Sayap Demokrat Ini Dorong KLB, Gantikan AHY dengan Moeldoko-Ibas

Organisasi Sayap Partai Demokrat, Kader Muda Demokrat (KMD) yang mempunyai hak suara, mendorong digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mundur dari jabatan Ketua Umum.

Ketua Umum KMD Aswin Ali Nasution meminta, putra Susilo Bambang Yudhoyono itu untuk mundur dengan hormat.

Pihaknya mengusulkan dua nama pengganti AHY. Yakni Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Wakil Ketua Umum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

"Kami mengusulkan sebagai ketua umum dan Sekjen sebagai berikut. Pak Moeldoko sebagai Ketua Umum dan Pak Ibas sebagai Sekjen," ungkap Aswin.

Dia menjelaskan meminta AHY mundur, karena dipandang ada krisis kepemimpinan di Demokrat saat ini. Dan ini bentuk untuk membesarkan partai.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video piliihan di bawah ini: