Sukses

Keluhan Pedagang Daging Sapi yang Mogok Jualan di Depok

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok mogok jualan. Rencananya, aksi mogok berjualan akan dilakukan selama tiga hari.

Salah seorang pedagang daging di Kota Depok, Sugino mengatakan, aksi mogok penjual daging dilakukan atas kesepakatan bersama. Aksi mogok jualan merupakan buntut dari keluhan pedagang atas kenaikan harga potongan daging.

"Harga potongan daging sekarang menjadi Rp95 ribu per kilogram, itu pun belum dipisah antara daging dengan tulang dan gajih," ujar Sugino, Rabu (20/1/2021).

Sugino menjelaskan, apabila harga potongan daging di rumah pemotongan hewan sebesar Rp95 ribu, maka ongkos produksi dan biaya lainnya dapat mencapai Rp120 ribu.

Hal itu sangat memberatkan pedagang daging, apalagi harga daging yang dijual ke masyarakat Rp120 ribu per kilogram.

"Kalau kita jual Rp120 ribu kita akan rugi. Namun jika menaikkan harga jual kepada konsumen sangat tidak mungkin karena situasi sedang pandemi, konsumen jadi malas membeli daging," keluh Sugino.

2 dari 3 halaman

Ada yang Masih Berjualan Daging Sapi

Sementara itu, Kepala UPT Cisalak Pasar Sutisna membenarkan bahwa pedagang daging di Pasar Cisalak melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari. Pedagang merasa keberatan dengan harga potongan daging yang akan dijual kembali ke warga di Pasar Cisalak.

"Informasinya mulai hari ini hingga Jumat (20/1/2021)," ucap Sutisna.

Sutisna menuturkan, dari 60 kios daging yang disediakan di Pasar Cisalak, hanya 15 kios yang masih berjualan. Saat ini harga daging di Pasar Cisalak sebesar Rp120 ribu per kilogram.

"Sedikit yang berjualan mungkin karena harga potongan daging di sana sedang naik sehingga pedagang keberatan kalau menjual kembali masih harga normal di pasar," tandas Sutisna.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: