Sukses

Diperiksa Terkait Tes Swab Rizieq Shihab, Mer-C Sebut Hanya Klarifikasi

Liputan6.com, Jakarta - Presidium dan dokter dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) memenuhi panggilan polisi, Senin (30/11/2020). Mereka diperiksa penyidik Polresta Bogor Kota sekitar 6 jam.

Head Of Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad mengaku pemanggilan terhadap dirinya dalam kapasitas untuk memberikan klarifikasi seputar pelaksanaan tes swab Covid-19 terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab.

"Ini bukan untuk penyidikan ya, tapi klarifikasi," kata Sarbini usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bogor Kota, Senin (30/11/2020).

Sarbini mengaku ditanya oleh penyidik karena terlibat dalam kontroversi seputar pelaksanaan tes swab Covid-19 terhadap Rizieq Shihab. Ada sekitar 20 pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada dirinya. Sedangkan dokter dari Mer-C mendapat 30 pertanyaan.

"Penyidik menanyakan proses bagaimana menolong Habib Razieq, masalah-masalah swab dan sebagainya yang selama ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat," terang Sarbini.

Ia menjelaskan, Mer-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela dan mobilitas tinggi.

"Kita sampaikan misi kita itu. Jadi kita jelaskan dimana klisenya dalam hal ini, termasuk bagaimana hubungannya dengan Habib Rizieq," ujar dia.

Menurutnya, proses pemeriksaan berlangsung santai dan terbuka. Bahkan tidak ada penekanan sama sekali. Karena itu, ia sangat mengapresiasi sikap penyidik pada saat meminta keterangan.

"Mudah-mudahan pihak penyidik puas apa yang kami sampaikan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, kita jelaskan secara profesional apa yang ditanyakan," ujar Sarbini.

Bahkan, ia sempat menerangkan secara gamblang latar belakang, visi dan misi Mer-C. Hal ini untuk memberikan pengetahuan lebih dalam organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

"Ini untuk masukan ke penyidik, pihak kepolisian. Apa sih Mer-C, siapa ketuanya," ucapnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Dari RS Ummi

Pada hari yang sama, tujuh orang dari pihak RS Ummi juga dipanggil polisi. Mereka yang memenuhi panggilan adalah jajaran direksi, dokter dan perawat.

Mereka diperiksa penyidik terkait laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor atas tuduhan menghalang atau menghambat penanganan wabah penyakit menular.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: