Liputan6.com, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan akan memutus kebiasaan buruk tawuran antara SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta. Pihaknya berjanji mengevaluasi birokrasi di jajaran kedua lembaga pendidikan tersebut.
"Yang kita ambil adalah pendekatan stop at all costs, maksudnya kita ingin memutus kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus itu dengan berapapun, apapun yang harus kita lakukan," kata Mohammad Nuh usai menggelar pertemuan dengan pihak SMAN 70 dan SMAN 6 di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).
Menurut Mohammad Nuh, pihaknya tak akan mentolelir siapapun yang mencoba memelihara kebiasaan buruk tawuran antara kedua sekolah bertaraf internasional itu. Baik itu pihak kepala sekolah, guru, siswa, maupun orang luar. Bila diperlukan, untuk menciptakan hubungan harmonis antara kedua sekolah, Kemendiknas juga akan mengubah struktur tenaga pendidik. Tentunya, hal ini melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku.
"Artinya kalau ada oknum yang mencoba ingin mengabadikan kebiasaan-kebiasaan negatif harus kita sikat, siapapun, entah itu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, alumni, dan orang luar. Intinya kita ingin menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang sangat primitif ini. Kebiasaan yang tidak menggunakan akal dan nalar," jelas Mohammad Nuh.
Dia menambahkan, terkait pertemuan kali ini, pihaknya optimistis menjadi usaha mediasi terakhir yang akan menghasilkan jalan keluar yang baik. Meski diakuinya sejauh ini belum ada tindakan apapun dari Kemendiknas terkait masalah ini karena masih dikaji dan dianalisa. Namun, jika hasil analisa terdapat hal-hal yang menyangkut ketidakberesan di pihak sekolah apalagi menyangkut kepala sekolah atau tenaga pendidik lain, Kemendiknas tak segan memecat atau menggantinya.(AIS)
"Yang kita ambil adalah pendekatan stop at all costs, maksudnya kita ingin memutus kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus itu dengan berapapun, apapun yang harus kita lakukan," kata Mohammad Nuh usai menggelar pertemuan dengan pihak SMAN 70 dan SMAN 6 di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).
Menurut Mohammad Nuh, pihaknya tak akan mentolelir siapapun yang mencoba memelihara kebiasaan buruk tawuran antara kedua sekolah bertaraf internasional itu. Baik itu pihak kepala sekolah, guru, siswa, maupun orang luar. Bila diperlukan, untuk menciptakan hubungan harmonis antara kedua sekolah, Kemendiknas juga akan mengubah struktur tenaga pendidik. Tentunya, hal ini melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku.
"Artinya kalau ada oknum yang mencoba ingin mengabadikan kebiasaan-kebiasaan negatif harus kita sikat, siapapun, entah itu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, alumni, dan orang luar. Intinya kita ingin menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang sangat primitif ini. Kebiasaan yang tidak menggunakan akal dan nalar," jelas Mohammad Nuh.
Dia menambahkan, terkait pertemuan kali ini, pihaknya optimistis menjadi usaha mediasi terakhir yang akan menghasilkan jalan keluar yang baik. Meski diakuinya sejauh ini belum ada tindakan apapun dari Kemendiknas terkait masalah ini karena masih dikaji dan dianalisa. Namun, jika hasil analisa terdapat hal-hal yang menyangkut ketidakberesan di pihak sekolah apalagi menyangkut kepala sekolah atau tenaga pendidik lain, Kemendiknas tak segan memecat atau menggantinya.(AIS)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298603/original/082269600_1784175792-gsafss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298662/original/060228200_1784179310-cek_fakta_bantuan_alat_pertanian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/114184/original/mendikbud-120927a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)