Sukses

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Terminal Bekasi Perketat Protokol Kesehatan

Liputan6.com, Bekasi - Terminal Induk Kota Bekasi memperketat protokol kesehatan seiring lonjakan penumpang pada libur panjang cuti bersama Maulid Nabi 2020. Pengawasan protokol kesehatan dilakukan petugas gabungan TNI, Polri dan Dishub Kota Bekasi.

Seluruh pengunjung terminal dan calon penumpang diwajibkan memakai masker dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh, sebelum menaiki bus. Penumpang juga diharuskan menjaga jarak selama berada di dalam bus.

"Protokol kesehatan ini mengacu pada kentuan yang sudah ditetapkan," kata Staf Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Iriansyah, Jumat (30/10/2020).

Selain itu, pihak terminal juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di area terminal dan armada bus. Setiap armada yang beroperasi, kata dia, hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen penumpang dari kapasitas yang tersedia.

"Di dalam armada juga kami siapkan hand sanitizer. Petugas bus juga kami siapkan sarung tangan," ujar Iriansyah.

Lonjakan penumpang di Terminal Induk Kota Bekasi terjadi sejak hari pertama libur panjang, Rabu 28 Oktober 2020. Terdapat peningkatan penumpang sebanyak 40 persen dibandingkan hari biasa, yakni mencapai 700 orang.

"Hari pertama memang ada kenaikan 40 persen. Biasanya penumpang 700 orang, sekarang sudah turun lagi jadi 600 orang," ungkap Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Muhtar.

2 dari 3 halaman

Ada Kenaikan

Ia mengatakan, di hari pertama libur panjang sempat ada kenaikan penumpang tujuan Sumatera, sebesar 20 persen. Sedangkan mayoritas penumpang bus, adalah mereka yang menuju Jawa Barat.

"Hari pertama ada kenaikan sekitar 20 persen untuk wilayah Sumatera. Sekarang Jawa Barat saja, yaitu Bandung, Sukabumi, dan Tasikmalaya," paparnya.

Saat ini tersedia 40 unit armada bus di Terminal Bekasi yang siap beroperasi. Penyediaan bus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang masih memungkinkan terjadi selama libur panjang.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: