Sukses

Fakta Pilu Satu Keluarga Tewas Mengenaskan di Tangerang, Sang Ayah Gantung Diri

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi memilukan belum lama terjadi di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Satu keluarga yang terdiri dari ayah dan dua anak kandungnya ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya.

Diketahui, peristiwa ini terjadi di Kampung Sukamantri, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis, 11 Juni kemarin, sekitar pukul 01.20 WIB.

Awalnya, seorang warga dikejutkan dengan suara ledakan dari dalam rumah korban. Lalu bersama warga lainnya mereka mendobrak pintu rumah dan mendampati si pemilik dan satu putrinya dalam keadaan tergantung. 

"Mulanya saksi mendengar ada suara ledakan cukup besar pada pukul 01.30 WIB, dan suara itu berasal dari dalam rumah tersebut. Lalu, saksi ini memanggil warga lainnya untuk mengecek kondisi rumah," kata Kapolsek Balaraja, AKP Teguh Kuslantoro soal pria gantung diri di Tangerang, Kamis, 11 Juni 2020.

Dugaan sementara polisi, pelaku adalah ayah kandungnya sendiri. Dari hasil penyelidikan, sebelum membunuh dua anak kandungnya, korban (Robbi 37 tahun) sempat terlibat cekcok dengan istrinya, Lala Maisari (35).

Berikut sejumlah hal terkait penemuan satu keluarga tewas mengenaskan di Balaraja, Tangerang

 

2 dari 6 halaman

Terdengar Ledakan dari Dalam Rumah

Awalnya, warga mendengar bunyi ledakan dari dalam rumah. Saat dicek, kondisi rumah terkunci dari dalam. Warga pun sepakat untuk mendobrak pintu rumah dan didapati adanya setumpuk limbah plastik dalam kondisi terbakar.

Saat api dipadamkan, warga mangecek kondisi rumah. Saat diperiksa, mereka terkejut melihat tiga jenazah. 

Dua jenazah dalam keadaan tergantung, satu lagi berada di tong berisi penuh air dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.

"Saat dicek, warga menemukan pemilik rumah atas nama Robbi itu telah meninggal dunia dengan kondisi tergantung," ujar Teguh.

 

3 dari 6 halaman

Satu Jenazah Masih Balita

Dua jenazah lainnya dikenali warga sebagai anak kandung Robbi yakni NC (14) dan GAR (3).

Menurut dia, NC ditemukan dalam kamar dengan kondisi terikat lehernya dan GAR ditemukan dalam tong air di kamar mandi.

"Saat itu warga pun langsung menghubungi kami dan di sana langsung kami lakukan proses evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD Kabupaten Tangerang. Kaitan kasus ini pun, kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan para saksi," kata Teguh.

4 dari 6 halaman

Diduga Cekcok dengan Istri

Kepolisian Sektor Balaraja menyebut, sebelum membunuh kedua anak kandungnya dan mengakhiri hidup dengan gantung diri, Robbi (37) diduga cekcok dengan sang istri, Lala Maisari (35).

Keributan tersebut terjadi beberapa jam sebelum Robbi dan kedua anaknya masuk dan mengunci pintu rumahnya, tepatnya pada Rabu, 10 Juni 2020, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Sebelum membunuh dua anaknya dan kemudian bunuh diri (gantung diri), Robbi sempat cekcok mulut dengan istrinya," ujar Kapolsek Balaraja, AKP Teguh Kuslantoro Kamis (11/6/2020).

Hal ini juga dikuatkan dari keterangan para saksi yang merupakan tetangga korban. Pertengkaran itu sempat menarik perhatian warga, hingga akhirnya keluarga dari istrinya ikut melerai.

Saat itu, sang istri pergi ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari kediaman Robbi dan Lala. Sementara, korban kembali masuk ke rumah bersama dua orang anaknya, lalu mengunci pintu.

"Setelah pertengkaran itu, Robbi ini masuk ke rumah dan mengunci pintunya. Sampai Kamis dini hari, Robbi dan kedua anaknya ditemukan meninggal dunia oleh warga setempat," ujar Teguh.

5 dari 6 halaman

Motif Belum Diketahui

Motif dari kasus ini pun masih diselidiki pihak kepolisian. Salah satunya terkait pertengkaran pasangan suami istri tersebut.

Sementara itu, Lala istri Robbi, masih syok mengingat kedua anak kandungnya ikut tewas dalam kejadian tersebut.

 

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: