Liputan6.com, Jakarta: Anggota Satuan Reserse Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Sabtu (5/10) petang, masih memeriksa secara intensif sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI). Mereka ditangkap polisi di markas FPI di Jalan Petamburan III, Tanahabang, Jakpus, tadi pagi, menyusul perusakan Gelanggang Olah Raga Kemakmuran di Jalan Kiai Haji Hasyim Ashari dan sejumlah diskotek pada Jumat dini hari. Kebrutalan FPI tersebut juga mengakibatkan dua orang terluka, termasuk ketua RT di kawasan Diskotik Eksotik dan seorang penjual rokok dekat GOR Kemakmuran [baca: Ratusan Anggota FPI Jakarta Merazia Tempat Hiburan].
Kepala Polres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Edmond Ilyas mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah bahan bukti berkaitan dengan anarkisme yang dilakukan anggota FPI. Sejumlah bukti itu di antaranya adalah, keterangan warga yang menjadi korban dan kaset berisi rekaman aksi massa FPI yang disiarkan televisi. Polisi juga menyita sejumlah tongkat, dua buah parang, dan tiga butir batu yang diduga digunakan sewaktu merusak diskotek.
Beberapa anggota FPI yang ditangkap itu adalah Maschori, koordinator lapangan saat perusakan GOR milik Persatuan Olah Raga Biliar Seluruh Indonesia, kemudian pejabat Hubungan Masyarakat FPI Ustad Alwi, serta Ustad Kohar sebagai Koordinator Lapangan FPI Wilayah Jakarta Barat [baca: Markas FPI Digerebek, Beberapa Tokoh Ditangkap].
Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan anggota FPI terhadap sejumlah diskotek bukan kali ini terjadi, tapi sudah kesekian kali. SCTV mencatat, sepanjang 2002, organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu sedikitnya telah melakukan tujuh kali aksi serupa di sejumlah tempat di Ibu Kota. Beberapa di antaranya bahkan berakhir dengan perusakan. Mereka mengaku menggelar sweeping dengan alasan memerangi kemaksiatan. Contoh terakhir, massa yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat, ini menyerbu dua diskotek di Pluit [baca: Massa FPI Merusak Dua Diskotek di Pluit].
Dalih tersebut ditegaskan lagi oleh Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dalam tablig akbar di Asrama Haji Pangkalan Mashur Medan, Sumatra Utara, awal pekan ini. Habib Rizieq mengajak kaum muslim menyatakan perang terhadap berbagai bentuk maksiat, seperti minuman keras, prostitusi, judi dan, para pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme [baca: FPI Menyatakan Perang terhadap Kemaksiatan].
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara, meski berdalih memerangi kemaksiatan tindakan main hakim sendiri tetap menyalahi hukum. "Jangankan gelanggang olah raga, meski tempat itu salah tetap saja tindakan ini tak dibenarkan," ujar Makbul [baca: Wapres Menyesalkan Kebrutalan FPI].(SID/Taufik Maru)
Kepala Polres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Edmond Ilyas mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah bahan bukti berkaitan dengan anarkisme yang dilakukan anggota FPI. Sejumlah bukti itu di antaranya adalah, keterangan warga yang menjadi korban dan kaset berisi rekaman aksi massa FPI yang disiarkan televisi. Polisi juga menyita sejumlah tongkat, dua buah parang, dan tiga butir batu yang diduga digunakan sewaktu merusak diskotek.
Beberapa anggota FPI yang ditangkap itu adalah Maschori, koordinator lapangan saat perusakan GOR milik Persatuan Olah Raga Biliar Seluruh Indonesia, kemudian pejabat Hubungan Masyarakat FPI Ustad Alwi, serta Ustad Kohar sebagai Koordinator Lapangan FPI Wilayah Jakarta Barat [baca: Markas FPI Digerebek, Beberapa Tokoh Ditangkap].
Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan anggota FPI terhadap sejumlah diskotek bukan kali ini terjadi, tapi sudah kesekian kali. SCTV mencatat, sepanjang 2002, organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu sedikitnya telah melakukan tujuh kali aksi serupa di sejumlah tempat di Ibu Kota. Beberapa di antaranya bahkan berakhir dengan perusakan. Mereka mengaku menggelar sweeping dengan alasan memerangi kemaksiatan. Contoh terakhir, massa yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat, ini menyerbu dua diskotek di Pluit [baca: Massa FPI Merusak Dua Diskotek di Pluit].
Dalih tersebut ditegaskan lagi oleh Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dalam tablig akbar di Asrama Haji Pangkalan Mashur Medan, Sumatra Utara, awal pekan ini. Habib Rizieq mengajak kaum muslim menyatakan perang terhadap berbagai bentuk maksiat, seperti minuman keras, prostitusi, judi dan, para pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme [baca: FPI Menyatakan Perang terhadap Kemaksiatan].
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara, meski berdalih memerangi kemaksiatan tindakan main hakim sendiri tetap menyalahi hukum. "Jangankan gelanggang olah raga, meski tempat itu salah tetap saja tindakan ini tak dibenarkan," ujar Makbul [baca: Wapres Menyesalkan Kebrutalan FPI].(SID/Taufik Maru)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/380843/original/051002cFPI0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)