Sukses

Natal dan Tahun Baru, Saatnya Melepas Rindu

Liputan6.com, Jakarta - Arus lalu lintas keluar Jakarta melalui Tol Cikampek, padat pada libur Natal dan tahun baru ini. Banyak yang memanfaatkan momen akhir tahun ini untuk melepas rindu dengan keluarga di luar Jakarta. Baik dengan mengunjungi keluarga yang berada di luar kota maupun dengan berlibur.

Alhasil, volume kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota terus meningkat, sehingga terjadi kepadatan sejak Sabtu (21/12/2019) dini hari.

PT Jasa Marga Tbk mencatat 50 ribu kendaraan lebih telah meninggalkan Jakarta via Gerbang Tol Cikampek Utama pada H-5 Natal 2019.

Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Faiza Riani mengatakan, jumlah ini meningkat 50 persen dibanding lalu lintas pada hari-hari biasa.

"Jumlah ini meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 33 ribu kendaraan, dan meningkat sebesar 63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018," kata Faiza Riani seperti dilansir dari Antara, Sabtu (21/12/2019).

Sampai 20 Desember 2019, jumlah kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama masih sebesar 22 persen dari total jumlah prediksi semula.

Diprediksi masih terdapat 78 persen atau 182 ribu kendaraan yang akan melalui Gerbang Tol Cikampek Utama sampai 24 Desember.

Faiza menambahkan, pihaknya bersama kepolisian, dan dinas perhubungan terus memantau lonjakan jumlah kendaraan melalui jalan tol untuk dapat mengambil tindakan rekayasa lalu lintas. Sehingga bisa mencegah terjadinya kemacetan panjang di ruas tol Trans Jawa saat mudik Natal dan tahun baru.

"Pihak Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Natal 2019 akan jatuh pada Sabtu ini," ucap Faiza.

Oleh karena itu, kepolisian dan PT Jasa Marga Tbk menerapkan sistem lalu lintas lawan arus atau contraflow di Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

Corporate Communications & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) TBK, Dwimawan Heru mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik.

"Sistem contraflow diterapkan atas diskresi kepolisian pada kilometer 47 sampai kilometer 53 arah Cikampek sejak pukul 08.20 WIB," kata Dwimawan Heru seperti dilansir dari Antara, Sabtu (21/12/2019).

Dengan diterapkannya sistem contraflow, diharapkan kepadatan yang terjadi pada titik pertemuan Jalan Tol Japek Elevated II dan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 48 dan menjelang tempat istirahat di kilometer 50 dapat mencair.

Sabtu siang, kepadatan makin tak terbendung. Kepolisian kemudian memperpanjang jalur contraflow di jalur Cikampek-Jakarta dari KM 47-61.

"Contraflow diperpanjang mulai KM 47 hingga KM 61," kata Kasatlantas Polres Karawang, AKP Bima Gunawan Jauharie, Sabtu siang.

Perpanjangan contraflow, lanjut Bima, untuk mengurai kepadatan panjang hingga GT Cikampek Utama.

Sementara dari pantauan Liputan6.com, kepadatan terjadi sepanjang Tol Cikampek hingga GT Cikampek Utama. Polisi sudah memberlakukan sistem satu arah atau oneway sejak pukul 07.00 WIB dari GT Cikampek Utama Km 70 hingga Kalikakung, Semarang.

Rest Area 57 Tol Cikampek diberlakukan buka tutup, karena terjadi penumpukan masuk rest area untuk istirahat setelah menjalani perjalanan panjang.

"Rest area KM 57 diberlakukan buka tutup, supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan masuk rest area," kata Bima soal skenario pengaturan lalin pada libur Natal dan tahun baru.

 

2 dari 3 halaman

Tol Layang Jakarta-Cikampek Sempat Ditutup

Tol Layang Jakarta-Cikampek sempat ditutup akibat kemacetan yang dipicu adanya kendaraan yang mengalami gangguan mesin. Beberapa saat kemudian, arus lalu lintas pemudik liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Tol Jakarta-Cikampek Elevated tersebut sudah kembali normal.

Kepala Humas PT Jasamarga, Dwimawan Heru menyampaikan, pihaknya memastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek mengarah ke Jawa telah beroperasi normal.

"Penutupan jalan tol tersebut bersifat situasional dan sepenuhnya atas diskresi kepolisian," tutur Heru dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Heru, penutupan akses masuk menuju Tol Layang Jakarta-Cikampek dari arah Cawang dilakukan pada pukul 12.00-12.10 WIB alias hanya selama 10 menit. Sementara penutupan jalan susulan dilakukan pukul 13.30-13.50 WIB atau selama 20 menit.

"Saat ini kondisi lalu lintas Japek II Elevated arah Cikampek cenderung normal," jelas dia.

Heru menyebut, akses masuk arah Cikampek di Simpang Susun Cikunir pun terpantau nihil antrean. Meski begitu, terjadi antrean kendaraan pada pertemuan jalur atas dan bawah di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek.

"Namun memang terpantau kepadatan pada akses keluar KM 47 sampai KM 48 dampak dari pertemuan dengan lalu lintas Japek eksisting," Heru menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: