Sukses

Haedar Nasir jadi Guru Besar UMY, PDIP Singgung Sistem Pendidikan Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hari ini dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiologi, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sejumlah tokoh nasional turut hadir. Diantaranya Wakil Presiden ke-12, RI Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Menteri Koperasi Teten Masduki, Mensesneg Pratikno, mantan menteri KKP Susi Pudjiastuti, mantan Menpan RB Syafruddin, tokoh Muhammadiyah Malik Fadjar, Buya Syafii Maarif, dan lainnya.

Sebelum pengukuhan, mereka terlihat berbincang santai dan sesekali membahas seputar dunia pendidikan menyangkut riset, ujian nasional dan lainnya.

Melihat banyak berkumpul, Hasto meminta mengabadikan momen ini. Mendengar hal tersebut, Pratikno langsung berkelakar. "Kalau foto bersama harus ikut ini," canda Pratikno di holding room VIP, UMM Yogyakarta, Kamis (12/12/2019).

Suasana begitu guyub dalam pertemuan tersebut. Buya Syafi'i Ma'arif yang menyalami Susi Pudjiastuti, sempat menggodanya, dengan mengatakan.

"Tenggelamkan," dan membuat semua orang tertawa.

 

 

2 dari 3 halaman

Soal Pendidikan Nasional

Usai perbincangan, Hasto mengatakan, para tokoh sepakat dengan sistem pendidikan nasional.

"Dalam pembahasan tadi banyak yang sependapat bahwa pendidikan nasional Indonesia berpijak pada karakter dan jati diri bangsa, serta kekhawatirannya terhadap liberalisasi di bidang pendidikan," ungkap Hasto.

Selanjutnya, Haedar Nashir dan tamu VIP mengikuti agenda pengukuhan guru besar diawali dengan penyampaian pidato pengukuhan guru besar Haedar Nashir dengan judul "Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi".

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Rekomendasi PDIP di Pilkada Sukoharjo Turun Bersamaan dengan Solo?
Artikel Selanjutnya
PDIP Klaim 6 Kandidat di Pilkada Jateng Bakal Lawan Kotak Kosong