Sukses

Mobil Edukasi Ini Siap Jemput Sampah Plastik untuk Tukar Sembako

Liputan6.com, Jakarta - Komunitas Plastik untuk Kebaikan meluncurkan mobil edukasi pilah sampah plastik di kawasan waduk Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan.

Mobil ini menerima sampah botol plastik yang bisa ditukarkan dengan sembako. 

"Sampah botol kemasan memiliki nilai ekonomi tinggi karena bisa daur ulang plastik," kata Koordinator Komunitas Plastik untuk Kebaikan Eni Saeni, di Jakarta, Minggu, (1/12/2019).

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, kebutuhan baku industri daur ulang plastik sebanyak 913 ribu ton dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan 320 ribu ton dari negara lain. Adapun kebutuhan nasional, Indonesia memerlukan bahan baku plastik untuk produksi sebanyak 7,2 juta ton per tahun.

Melalui kegiatan ini, Eni berharap, produsen dapat berkontribusi terhadap masalah sosial dan lingkungan yang ditimbulkan akibat produk yang telah menjadi sampah. Salah satu caranya adalah dengan membangun demand terhadap sampah kemasan sehingga menumbuhkan pasar plastik bekas non botol seperti sachet dan plastik-plastik kemasan lain.

"Selama ini, kebutuhan industri yang tinggi baru pada plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang bisa di daur ulang kembali menjadi plastik," kata Eni.

Untuk tahap awal, mobil sembako keliling akan beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya mobil edukasi pilah sampah plastik akan berkeliling, mendatangi rumah warga di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Mobil keliling beroperasi setiap Jumat dan Sabtu pagi. Untuk jadwalnya operasi akan diberitahukan melalui akun medsos komunitas Plastik untuk Kebaikan. 

2 dari 2 halaman

Jaga Situ Gintung

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Toto Sudarto yang hadir,  melepas 80-an relawan Komunitas Plastik untuk Kebaikan yang dipusatkan di halaman kampus Pasca UIN untuk memungut sampah di sepanjang Situ Gintung.

Toto mengapresiasi gerakan ini karena mengajak masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari rumaj, memilah sampah botol plastik dan menukarkan sampah tersebut dengan sembako.

"Mari kita mulai dari unit terkecil yaitu memilah sampah plastik, sampah botol plastik dan sampah organik dari rumah. Jangan campur sampah karena sampah yang dicampur tidak ada harganya. Kalau sampah yang dipilah bisa ditukar sembako," kata Toto yang memberikan sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah ke Komunitas.

Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah relawan yang tergabung dalam Komunikas Plastik untuk Kebaikan bersama beberapa komunitas seperti, Gintung Lake Community, Gempita (Gerakan Pecinta Alam Semesta), KSE (Karya Salemba Empat), K3SI (Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia), POSBINDU (Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia, dan Gila Bike dan masyarakat setempat.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kemasan Mudah Terurai Diharapkan Mampu Atasi Masalah Sampah Plastik
Artikel Selanjutnya
Sampah Plastik Jadi Berkah di Desa Cinta