Sukses

Pengamat: Bukan Menko Polhukam, Prabowo Lebih Berpeluang Jadi Menhan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menimbang, nama Prabowo Subianto berpeluang jadi Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja Jokowi periode kedua. Alasannya, sebagai tentara tulen, Prabowo sudah mengerti betul urusan teknis mengenai hal terkait.

"Saya duga Pak Prabowo akan pilih Menhan ketimbang Menko Polhukam, kan arsitektur pertahanan itu yang bikin Menhan, kalau Menko Polhukam kan hanya kordinasi dan komunikasi ke publik," kata Qodari usai acara diskusi di Restoran D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Terkait pangkat militer Prabowo yang berakhir di level bintang tiga, Qodari menilai hal itu tak menjadi halangan untuk menobatkan jabatan Menteri Pertahanan baginya. Sebab, posisi menhan sendiri pernah diisi sipil seperti Mahfuf MD yang notabene tak memiliki pagkat kemiliteran.

"Kalau bicara menteri kan jabatan politik, bukan jabatan kepangkatan, atau kalau memang dirasa ada unggah-ungguh, bisa Prabowo dinaikkan bintang kehormatan jadi bintang 4," pandang Qodari.

Lebih jauh, keyakinan Qodari didasari dari pengatamannya terhadap kedekatan Prabowo dan Jokowi yang dinilai tidak 100 persen sebagai lawan politik. Selain itu, Qodari merasa ambisi Prabowo untuk masuk pemerintahan adalah bukan hal baru.

Sejak ada konvensi Caketum Partai Golkar 2004, membentuk Gerindra di 2009, dan maju sebagai Capres di 2014 dan 2019, Qodari menyimpulkan Prabowo sangat ingin menjadi bagian dari pemerintahan dan mengaplikasikan konsepsi yang dimiliki.

"Jadi sepertinya Pak Prabowo tangannya sudah gatal untuk mengelsekusi. Karena notabene Beliau sudah berproses masuk pemerintahan sudah lama sekali ya," Qodari menandasi.

2 dari 3 halaman

Menunggu Keputusan Jokowi

Sebelumnya, Partai Gerindra disebut-sebut bakal mendapat kursi menteri. Nama Prabowo Subianto diisukan sebagai tokoh yang akan mengisi kursi Menteri Pertahanan.

Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menyebut, pihaknya bakal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai pemegang otoritas.

"Saya pikir sudah kita sampaikan ke pemerintah memang enggak kita umumkan. Kita juga sekali lagi kita enggak mau ge-er. Semua sudah kita sampaikan dan Presiden Jokowi yang memutuskan. Kita tidak mau seolah-olah mengajari. Kita sendiri siapa dan hanya partai kelompok yang ingin bersama-sama membangun," ujar Edhy di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 17 Oktober 2019 malam.

Gerindra diisukan menawarkan diri mengisi kursi Menteri Pertahanan. Namun, beberapa elite Gerindra membantah isu tersebut. Gerindra mengklaim hanya menyodorkan gagasan terkait ketahanan pangan, energi, sumber daya air, serta keamanan dan pertahanan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sekjen Gerindra: Kader Berharap Prabowo Nyapres Lagi
Artikel Selanjutnya
Jadi Capres-Cawapres Unggulan Versi Indo Barometer, Puan Mau Dampingi Prabowo?