Sukses

Prihatin dengan Konflik Nduga, PGI Minta Kontak Senjata Dihentikan

Liputan6.com, Jakarta - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) meminta TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menghentikan kontak senjata serta segala bentuk kekerasan di Nduga, Papua. Majelis Pekerja Harian PGI menilai, diperlukan pendekatan baru yang lebih mengedepankan kemanusiaan dan memberi rasa nyaman ke masyarakat Nduga.

"PGI meminta pihak TNI-Polri dan TPN/OPM untuk segera menghentikan kontak senjata dan segala bentuk kekerasan serta segera mempertimbangkan kebijakan untuk menarik pasukan dari wilayah Nduga," kata Humas PGI Irma Riana Simanjuntak dalam siaran tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia, PGI pun meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan keamanan bagi warga Nduga. "Agar mereka dapat melanjutkan kehidupan tanpa rasa takut," lanjut Irma.

Untuk membantu masyarakat Nduga, dia meminta gereja-gereja di seluruh Indonesia dan warga negara Indonesia agar ikut memberikan bantuan. Terlebih, lanjut dia, masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pengungsian.

"Meminta pemerintah, gereja-gereja di Indonesia serta masyarakat yang lebih luas untuk memberikan bantuan bagi warga yang masih tinggal di daerah pengungsi sehingga kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dapat terpenuhi sembari menunggu adanya jaminan keamanan dari pemerintah Republik Indonesia," ujar Irma.

 

Konflik Nduga menjadi perhatian serius PGI karena belum terselesaikan. Warga yang tidak terlibat menerima dampaknya. Mereka harus tinggal di tempat pengungsian hingga batas waktu yang tidak diketahui.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Relokasi Trans Papua Trase Nduga Belum Dapat Izin Kemenkeu
Artikel Selanjutnya
Jenazah Pratu Sirwandi yang Ditembak KKSB di Papua Diterbangkan ke Lombok