Sukses

Dedi Mulyadi: Golkar Berhasil Keluar dari Zona Bahaya

Liputan6.com, Purwakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kalau partainya sudah berhasil keluar dari zona bahaya. Hal itu dibuktikan dengan elektabilitas yang terus meningkat.

"Elektabilitas Partai Golkar sekarang ini sudah mencapai angka 11,3 persen, sesuai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA," jelas Dedi di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (21/2/2019).

Ia mengatakan, sebelumnya elektabilitas Partai Golkar berada di zona bahaya, yakni di bawah 10 persen. Meskipun diakui belum terlalu hebat, partainya sudah menunjukkan keluar dari zona bahaya.

Menurut dia, Golkar yang merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia selama ini tidak pernah berada di bawah 14 persen.

"Sejelek-jeleknya Partai Golkar, minimal di angka 14 persen. Tinggal bagaimana sekarang bekerja keras untuk meraih minimal 14 persen di survei, sehingga di waktu pencoblosan bisa 20 persen," kata Dedi.

Ia berharap agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melakukan langkah fundamental untuk mendongkrak elektabilitas partai berlambang pohon beringin tersebut. Tujuannya, supaya target minimal elektabilitas Golkar 14 persen bisa tercapai.

"Artinya, kita harus melangkah dengan membangun konten politik yang dimengerti publik," kata Dedi seperti dikutip Antara.

Selain itu, langkah lain untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar ialah mengambil efek elektoral dari calon Presiden dan Wakil Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

2 dari 3 halaman

Lumbung Suara di NTB

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui fungsionaris Partai Golkar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pertemuan itu, Airlangga mengaku optimis dapat memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Airlangga juga menyebut NTB merupakan salah satu provinsi yang ditargetkan bagi Golkar meraup suara besar. Untuk mewujudkan hal itu, Airlangga mengaku melakukan berbagai upaya, salah satunya merangkul mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Dia yakin, bergabungnya TGB mampu mengangkat suara Golkar cukup besar di NTB. Airlangga pun menyinggung pengaruh TGB saat masih menjabat Gubernur. TGB dinilai memiliki rekam jejak yang terbukti mampu meraih kemenangan untuk pilpres saat itu.

"Provinsi NTB lumbung suara Golkar, nanti Pak TGB juga turun gunung. Kita bersatu insyaallah NTB menang," ujar Airlangga.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading