Sukses

DBD Menyerang Tasikmalaya, 2 Orang Meninggal Dunia

Fokus, Jakarta - Keluarga Sarjono yang tinggal di Jalan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, diliputi duka mendalam menyusul tewasnya sang anak Alifah Sofiana. Nyawa bocah berusia 4 tahun itu tak tertolong lantaran menderita demam berdarah.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (9/2/2019), demam Alifah sempat turun pada Jumat kemarin. Alifah ditengarai sebagai korban meninggal dunia pertama awal tahun ini di Jakarta Barat.

Demam berdarah dikenal punya tiga fase. Setelah fase demam tinggi, biasanya demamnya turun, tetapi itulah yang dikenal sebagai fase kritis.

Sementara, kesedihan juga dirasakan pasangan Rompi dan Lia, warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Anak bungsunya yang pada 11 Februari lusa genap berusia 3 tahun, meninggal dunia dengan gejala seperti demam berdarah.

Selain demam tinggi, trombositnya juga menurun drastis dalam waktu singkat. Kendati sempat dibawa ke rumah sakit, bocah itu tidak bisa diselamatkan.

Meninggal akibat demam berdarah tidak hanya dialami anak-anak. Agus Suherlan (55) yang merupakan warga Kampung Aboh, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, juga meninggal dunia.

Pria yang berprofesi sebagai pencari barang bekas itu sempat dirawat dua hari di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selama bulan Januari hingga Februari 2019, sebanyak tiga orang warga Tasikmalaya meninggal dengan gejala demam berdarah. (Rio Audhitama Sihombing)