Sukses

Fakta PDSS SNMPTN 2019 yang Sebentar Lagi Akan Ditutup

Liputan6.com, Jakarta SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah momen yang dinantikan bagi siswa yang telah lulus SMA atau sederajatnya.

Sebelum mengikuti tes SNMPTN, siswa wajib melakukan pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) sebagai syarat bukti pendaftaran diri untuk mengikuti seleksi tes SNMPTN.

Pengisian PDSS sendiri akan ditutup pada tanggal 25 Januari 2019 yang artinya tinggal 2 hari lagi akan ditutup. Pengisian dan verifikasi PDSS dibuka sejak 4 januari 2019 hingga 25 Januari 2019 mendatang.

PDSS Sebagai Persyaratan Awal SNMPTN

PDSS adalah Pangkalan Data Sekolah dan Siswa. PDSS merupakan sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pengisian PDSS wajib dilakukan oleh seluruh siswa sekolah yang berniat untuk mengikuti SNMPTN.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

Banyak Sekolah Yang Belum Mengisi PDSS 2019

Berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), hingga 18 Januari masih banyak sekolah yang belum mengisi data PDSS. Padahal, PDSS adalah sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran SNMPTN.

Dari sekolah yang terdaftar di PDSS sebanyak 27.057, yang sudah mengisi data sebanyak 13.662. Sedangkan yang belum mengisi data sebanyak 13.395 sekolah. Kepala LTMPT Ravik Karsidi mengimbau agar siswa juga turut membaca dan mencermati tahapan-tahapan di PDSS dan persyaratan SNMPTN.

"Kepada para siswa calon peserta agar membaca secara cermat semua informasi dan tata cara pendaftaran SNMPTN pada laman http://www.ltmpt.ac.id atau http://snmptn.ac.id," ujarnya kepada media

3 dari 6 halaman

Pengisian PDSS Tahun Lalu Sempat Mengalami Kendala

Kendala ini disebabkan akibat permasalahan umum dan teknis yang dihadapi oleh sekolah dalam pengisisan dan finalisasi PDSS. Permasalahan tersebut seperti (1) Lupa password, (2) Perubahan Akreditasi, (3) NPSN dan lainnya.

Permasalahan yang dihadapi oleh sekolah tersebut telah dapat dibantu penyelesaiannya melalui sistem yang telah ditetapkan. Sebelumnya juga Panitia Pusat telah memperpanjang waktu pengisian sampai tanggal 12 Februari 2018, pukul 23.59 WIB.

Bahkan pada tahun 2016 lalu, banyak sekolah yang panik akibat sulitnya mengakses PDSS. Hal tersebut disebabkan karena banyak sekolah yang memilih melakukan pendaftaran pada hari-hari menjelang penutupan pendaftaran. Menjelang akhir, server PDSS lemot akibat terlalu banyak yang mengakses dalam waktu yang bersamaan.

4 dari 6 halaman

Menristekdikti Luncurkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTPMT

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meluncurkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/1/2018).

"Ini merupakan terobosan yang luar biasa. Seleksi masuk perguruan tinggi negeri tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun tetapi beberapa kali," ujar Nasir.

Nasir meminta agar pihak LTPMT menyosialisasikan hal itu ke seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kebingungan.

"Tolong disosialisasikan sebaiknya, jangan sampai bikin stres siswa SMA," imbuh dia.

LTPMT sendiri diketuai oleh Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Ravik Karsidi. Lembaga ini bertugas mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN.

5 dari 6 halaman

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi 2019, Berbeda Dari Tahun Sebelumnya

Dibentuknya LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi, diharapkan dapat memberikan sosialisasi tes masuk perguruan tinggi sehingga tidak terjadi kebingungan seperti yang dihadapi pada tahun-tahun sebelumnya. Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan, “Hal ini merupakan terobosan yang luar biasa yang telah dilakukan MRPTNI setelah melalui berbagai kajian. Memang ujian masuk perguruan tinggi dari waktu ke waktu mengalami perubahan, namun sejatinya tidak ada perubahan di dalamnya.”

Peresmian LTMPT menandakan bahwa masyarakat dapat mengakses website seperti melihat timeline dan tanggal-tanggal penting pelaksanaan SM-PTN 2019.

LTMPT dibuat dengan pertimbangan atau prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel, serta disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi di era digital yang terus berkembang. Diklaim bahwa lembaga ini akan memberikan keuntugan dalam penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

UTBK dapat mengurangi kesalahan pengisian identitas, kode soal, dan pengisian lembar jawaban. UTBK juga dapat dilaksanakan di 74 lokasi pusat layanan UTBK PTN sebanyak sepuluh kali layanan tes.

6 dari 6 halaman

Jadwal Pendaftaran PDSS SNMPTN

Jadwal Pendaftaran PDSS SNMPTN 2019 dan Pola Seleksi Berikut jadwalnya:

1. Pelaksanaan Pengisian dan Verifikasi Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tanggal 4-25 Januari 2019.

2. Pendaftaran SNMPTN tanggal 4-14 Februari 2019

3. Pengumuman hasil SNMPTN adalah 23 Maret 2019.

4. Tes SBMPTN 2019 dengan UTBK, dimulai dari pendaftaran tanggal 1 Maret sampai 1 April 2019.

5. Pelaksanaan tes pada tanggal 13 April – 26 Mei 2019.

6. Pengumuman hasil UTBK adalah tanggal 23 April-2 Juni 2019.

Segala proses atau sistem yang dibuat dalam proses penyaringan calon-calon mahasiswa ini diharapkan untuk mendapatkan yang terbaik. Hal ini dikatakan pada peluncuran LTMPT oleh Menristekdikti.

Pola seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur dengan rincian sebagai berikut:

1. SNMPTN MINIMAL 20%

Penerimaannya ditentukan berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan kriteria lainnya (yang ditetapkan PTN). Biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah.

2. SBMPTN MINIMAL 40%

Penerimaannya berdasarkan hasil UTBK dan kriteria lainnya (ditetapkan bersamaan oleh PTN). Biaya UTBK ditanggung peserta dan disubsidi pemerintah.

3. MANDIRI MAKSIMAL 30%

Jalurnya dapat menggunakan hasil UTBK. Biaya sepenuhnya ditanggung peserta.

 

Reporter: Loudia Mahartika

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS