Liputan6.com, Jakarta: Bila tak ada aral melintang, mantan Presiden B.J. Habibie yang saat ini berada di Hamburg, Jerman, akan menyampaikan keterangannya kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui video teleconference, Selasa (2/7), sekitar pukul 15.00 WIB. Keterangan Habibie berkaitan dengan statusnya sebagai saksi dalam Kasus Penyelewengan Dana Nonbujeter Badan Urusan Logistik sebesar Rp 62,9 miliar dengan terdakwa Rahardi Ramelan.
Penggunaan teknologi video teleconference yang difasilitasi SCTV adalah sejarah baru dalam peradilan di Indonesia. Melalui media ini, para hakim, jaksa, maupun pengacara dapat bertanya langsung kepada Habibie. Artinya, proses persidangan yang berjarak ribuan kilometer dari Jakarta ke Hamburg tetap bisa berlangsung, meski saksi Habibie tak berada di ruang pengadilan [baca: Besok Habibie Bersaksi Lewat Video Teleconference].
Menurut Eksekutif Produser Tim Siaran Luar Liputan 6 SCTV Apni Jaya Putra, untuk menampilkan kesaksian Habibie, televisi paling ngetop ini mengunakan jaringan integrated system digital network (ISDN) dengan kecepatan 385 kilobyte per second atau setara dengan tiga line telepon biasa. Ini memungkinkan pengiriman gambar dan suara dilakukan secara baik dari Jakarta ke Hamburg, begitu juga sebaliknya. Sedangkan di Jerman, kelancaran kesaksian Habibie dibantu operator telekomunikasi Polycom yang berkerja sama dengan Deutch Telecom. Simulasi pengambilan gambar telah dimulasi sejak 28 Juni silam dan terakhir dilakukan semalam.
Saat melihat gladi bersih penggunaan video teleconference, Senin kemarin, Ketua PN Jaksel Lalu Mariyun mengaku puas. Gladi itu menghubungkan pengacara Habibie, O.C. Kaligis yang berada di Hamburg dengan kru SCTV di PN Jaksel. Saat video teleconference berlangsung, semua kru yang terlibat berusaha semaksimal mungkin agar proses kesaksian berjalan lancar. "Kami juga akan mengusahakan agar suara dari Jerman dengan suara dari Jakarta tidak bentrok," kata Rosianna Silalahi, reporter SCTV yang saat ini berada di Hamburg.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Penggunaan teknologi video teleconference yang difasilitasi SCTV adalah sejarah baru dalam peradilan di Indonesia. Melalui media ini, para hakim, jaksa, maupun pengacara dapat bertanya langsung kepada Habibie. Artinya, proses persidangan yang berjarak ribuan kilometer dari Jakarta ke Hamburg tetap bisa berlangsung, meski saksi Habibie tak berada di ruang pengadilan [baca: Besok Habibie Bersaksi Lewat Video Teleconference].
Menurut Eksekutif Produser Tim Siaran Luar Liputan 6 SCTV Apni Jaya Putra, untuk menampilkan kesaksian Habibie, televisi paling ngetop ini mengunakan jaringan integrated system digital network (ISDN) dengan kecepatan 385 kilobyte per second atau setara dengan tiga line telepon biasa. Ini memungkinkan pengiriman gambar dan suara dilakukan secara baik dari Jakarta ke Hamburg, begitu juga sebaliknya. Sedangkan di Jerman, kelancaran kesaksian Habibie dibantu operator telekomunikasi Polycom yang berkerja sama dengan Deutch Telecom. Simulasi pengambilan gambar telah dimulasi sejak 28 Juni silam dan terakhir dilakukan semalam.
Saat melihat gladi bersih penggunaan video teleconference, Senin kemarin, Ketua PN Jaksel Lalu Mariyun mengaku puas. Gladi itu menghubungkan pengacara Habibie, O.C. Kaligis yang berada di Hamburg dengan kru SCTV di PN Jaksel. Saat video teleconference berlangsung, semua kru yang terlibat berusaha semaksimal mungkin agar proses kesaksian berjalan lancar. "Kami juga akan mengusahakan agar suara dari Jerman dengan suara dari Jakarta tidak bentrok," kata Rosianna Silalahi, reporter SCTV yang saat ini berada di Hamburg.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/375403/original/020702aTele_Confrence.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)