Sukses

TGB Dukung Jokowi, Tjahjo: Beliau Intelektual dan Ulama Berpikiran Jernih

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai dukungan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi merupakan hal yang wajar. Tjahjo sendiri melihat TGB sebagai sosok ulama yang berpikir jernih dan intelektual.

"Saya kira Beliau (TGB) orang intelektual, ulama, Beliau sangat paham sekali mengenai syariat-syariat agama dan Beliau juga orang yang berpikir jernih," kata Tjahjo di Kantor Kemendagri Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Dia mengatakan, TGB secara jernih menilai kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia. Sebagai gubernur, TGB merasakan dampak kebijakan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sosial yang berdampak terhadap pemerintah daerah dan masyarakat NTB.

"Sebagai gubernur Beliau merasakan betul dampak kebijakan pembangunan Pak Jokowi, infrastruktur, ekonomi, dan sosial, dampak buat pemerintah daerah dan masyarakat NTB itu cukup bagus. Kan boleh gubernur mengapresiasi presidennya. Gubernur tangan kanannya presiden, yang melantik presiden," jelas dia.

Tjahjo pun setuju dengan TGB yang meminta agar Alquran tidak dipergunakan sebagai kepentingan politik. Menurut dia, apa yang disampaikan TGB merupakan imbauan agar Pilpres 2019 berjalan damai dan demokratis.

"Saya kira yang disampaikan Gubernur NTB suatu hal yang wajarlah, soal dia ada imbauan supaya Pilpres demokratis, sehat, tidak ada yang kampanye mengujar kebencian, tidak ada kampanye yang melibatkan agama," ucapnya.

 

2 dari 2 halaman

TGB Dukung Jokowi

Sebelumnya, dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kepada Jokowi untuk kembali maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2019 menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat dan sejumlah tokoh nasional.

Sebagian kalangan menyayangkan langkah TGB yang dianggap berseberangan dengan suara sejumlah kelompok muslim yang mendukungnya. Bahkan, tak sedikit reaksi cukup keras muncul dengan mengutip ayat suci.

TGB meminta agar sikap politik yang berbeda dianggap sebagai upaya berbuat kebaikan. Menurut dia walau pilihan berbeda, namun tujuannya tetap sama, yaitu menginginkan hal yang baik bagi Tanah Air.

"Kalau kita kontestasi politik, letakkan itu dalam fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Letakkan itu dalam lita'arafu (untuk saling mengenal). Beda-beda, tapi semangatnya adalah untuk ta'aruf, saling mengisi dan saling belajar," kata TGB yang dikutip dari akun Instagram TGB, @tuangurubajang, yang dikutip Jumat 6 Juli 2018.

 

Saksikan tayangan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Demokrat Akan Beri TGB Zainul Majdi Sanksi Terkait Dukungan ke Jokowi
Artikel Selanjutnya
Moeldoko Sebut Dukungan dari TGB karena Prestasi Jokowi