Sukses

4 Kejadian Ular Piton Menyusup ke Pemukiman Warga yang Bikin Merinding

Liputan6.com, Jakarta - Kisah sedih dialami keluarga Wa Tiba, wanita 54 tahun yang tewas setelah dimangsa ular piton. Peristiwa memilukan itu terjadi saat warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara itu tengah berada di kebun jagung miliknya.

Keberadaan ular piton memang menjadi momok bagi masyarakat. Ini lantaran jenis binatang itu terbilang berbahaya dan bahkan dapat menelan korban jiwa.

Usai menelan mangsa, ular piton itu akan sulit bergerak. Terlebih bila makanan yang ditelannya memiliki postur besar. Bobot tubuh ular itu akan melonjak tajam.

Anggapan jenis ular ini hanya ditemukan dalam alam liar nampaknya tak sepenuhnya benar. Ini lantaran dalam sejumlah kejadian, ular-ular itu acap menyambangi rumah-rumah warga.

Ular-ular itu menempati bagian ruangan rumah yang dianggapnya nyaman dan aman dari pantauan penghuninya. Bahkan ular itu juga diketahui tengah beranak pinak.

Kejadian itu tentu membuat penghuni rumah merinding. Mereka pun kocar-kacir kala mengetahui kediamannya dihuni ular berbahaya itu.

Berikut ini kisah mendebarkan kala ular-ular piton menyusup ke pemukiman yang membuat bulu kuduk merinding:

 

2 dari 5 halaman

1. Berendam di Kolam Sekolah

Suasana di SDN Hegarmanah, Kampung Peundeuy, Desa Pring Kasap, Pabuaran, Subang, Jawa Barat mendadak riuh. Seekor ular piton sepanjang 3 meter ditemukan di kolam sekolah.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Sabtu 6 Januari 2018, sejumlah warga nampak berusaha menangkap ular piton yang tengah berendam di dalam kolam.

Setelah melalui usaha keras, ular piton itu berhasil diamankan dan menyita perhatian dari warga sekitar dan para siswa SD.

 

3 dari 5 halaman

2. Beranak di Rongga Dinding Rumah

Pekik histeris para pegawai sekretariat daerah Bengkulu mewarnai upaya menarik seekor ular piton dengan panjang 7 meter bersembunyi di rongga dinding depan ruangan Bagian Kepegawaian Daerah.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis 28 Maret 2016, butuh pawang untuk mengeluarkan ular jenis piton reticulatus ini, setelah sebelumnya upaya berjam-jam termasuk menghancurkan lantai ruangan tidak membuahkan hasil.

Ular piton betina ini diprediksi berusia sekitar 4 tahun dan telah beranak pinak, lantaran telah bersarang di situ.

Tak hanya itu, Warga Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah juga dihebohkan dengan adanya kawanan ular berbisa yang terdapat di atap rumah.

Para pemilik rumah sengaja mendatangkan pawang ular untuk mengecek dan menangkap ular. Hasilnya langit-langit rumah penuh dengan ular dewasa berikut anak ular.

Dari penangkapan selama tiga hari ini, sedikitnya 10 ular dari berbagai jenis dan ukuran berhasil ditangkap, di antaranya ular kobra dan ular belang.

 

4 dari 5 halaman

3. Di dalam Plafon

Kehobohan terjadi saat warga di Jalan Samanhudi, Gang An-Nur, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda melihat ekor ular di dalam plafon sebuah rumah, Selasa sore.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (1/5/2018), setelah dua jam perburuan,panjang ular itu mencapai hampir empat meter. Beberapa penghuni rumah bahkan dibuat berhamburan ke luar karena ketakutan.

Sebelum berhasil ditangkap, ular piton itu sempat melakukan perlawanan. Bahkan salah seorang relawan yang membantu penangkapan, sempat digigit hewan melata ini.

Diduga ular ini masuk dan ditemukan di permukiman warga, karena habitatnya menyempit oleh perambahan hutan. Setelah melakukan penangkapan, ular akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Provinsi Kalimantan Timur.

 

 

5 dari 5 halaman

4. Terbentang di Jalan Kampung

Warga desa Talang Kampai, Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan dikagetkan dengan penemuan ular piton 'raksasa'. Beratnya 250 kg dan panjangnya mencapai 6 meter.

Ular piton berwana abu-abu kehitaman itu ditemukan oleh Ali Sipin, 40. Dian mengaku kaget bukan kepalang ketika melihat seekor ular piton sepanjang enam meter terbentang di jalan perkampungan, Kamis (17/5) pagi.

Hewan melata itu ditemukan di salah satu kebun yang letaknya tak jauh dari pemukiman warga di Dusun II Talang Kampai.

"Saat itu saya sedang melintas menggunakan motor. Saya kaget melihat badan ular besar terbentang di jalan," ujar Ali Sipin seperti dilansir sumeks.co.id

Melihat itu, dia pun langsung mencari posisi sang kepala ular yang ternyata sedang berada di dalam semak-semak sembari meminum genangan air yang berada di dekatnya sambil perlahan berjalan menuju semak-semak.

"Badannya saja yang terlihat kepalanya sudah keluar dari badan jalan sudah masuk semak-semak," ujarnya.

Untuk mengangkat ular raksasa itu, Ali mengajak temannya dan masyarakat sekitar dengan menariknya menggunakan mobil milik kerabatnya.

"Bersama Sartono dan masyarakat, saya membawa ular piton tersebut ke kampung. Kami ikat di mobil kemudian dibawa ke tengah pemukiman warga," jelasnya.

 

Saksikan tayangan video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Keluarga di Kebumen yang Hidup dengan 10 Ular Piton Raksasa
Artikel Selanjutnya
Insiden Wanita Tewas Ditelan Ular Piton di Indonesia Jadi Sorotan Dunia