Sukses

Ketum Golkar: Masih Ada Waktu Ajak Demokrat Dukung Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, kubu pendukung Joko Widodo masih melakukan pembicaraan dengan partai-partai yang belum memutuskan dukungan di Pemilu Serentak 2019, termasuk Demokrat.

Airlangga menyebut masih cukup waktu bagi poros Jokowi untuk mengajak Demokrat bergabung. Sebab, finalisasi koalisi baru akan diputuskan pada Agustus 2018, tepatnya usai gelaran Pilkada.

"Ya saya rasa kita masih dalam pembicaraan. Dan Pilpres kan masih finalisasi masih bulan Agustus, masih ada waktu," kata Airlangga di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Poros pendukung Jokowi, termasuk Poros pendukung Jokowi, termasuk Golkar tidak menyiapkan cara khusus untuk meyakinkan Demokrat bergabung. 3 tidak menyiapkan cara khusus untuk meyakinkan Demokrat bergabung.

Sebab, Menteri Perindustrian ini mengatakan, yang terpenting adalah kesediaan Demokrat sendiri untuk merapat ke poros pendukung Jokowi.

"Kalau partai politik bukan bujuk membujuk yang penting mau sama mau," ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

2 dari 2 halaman

AHY Bertemu Sandiaga

Kabar Demokrat bakal segera merapat dengan Demokrat bergulir pasca Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, pada Jumat 18 Mei lalu.

Menurut Sandiaga, pertemuan tersebut merupakan langkah awal koalisi yang sedang dibangun antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

"Mas AHY menyebutnya bahwa daya beli lemah dan saya menyebutnya harga-harga mahal. Jadi kita menyamakan frekuensi dan ini sebuah pertemuan awal yang mudah-mudahan nanti dilanjutkan dengan summit di antara Pak Prabowo dan Pak SBY," jelas Sandiaga.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pihaknya telah mempunyai cara untuk membujuk Partai Demokrat bergabung ke poros pendukung Prabowo. Salah satu caranya dengan menawarkan pembagian kekuasaan jika Prabowo terpilih sebagai presiden.

Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Daftar 200 Mubalig Versi Kemenag Tuai Polemik, Bakal Direvisi?
Artikel Selanjutnya
Kisah BJ Habibie Letakkan Jilbab Ainun di Bawah Bantal Setiap Tidur