Sukses

Polisi Beberkan 2 Nama Terduga Teroris di Sumatera Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah pelaku bom bunuh diri di Mapolretabes Surabaya, Tri Murtiono, Selasa siang digeledah oleh Tim Densus 88 dan Gegana Polda Jatim. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas menggelar sterilisasi dengan memasang garis polisi.

Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, Rabu (16/5/2018), hasilnya Tim Densus 88 mendapati sejumlah bahan peledak yang diduga masih aktif. Temuan bahan peledak ini langsung dibawa Tim Gegana Polda Jatim dan diledakkan di lapangan kawasan Gunung Anyar, Surabaya.

Di Sidoarjo, polisi masih berjaga di sebuah rumah tua di Kelurahan Urang Agung yang menjadi tempat persembunyian empat terduga teroris yang digrebek Densus 88, Senin pagi lalu. Di tempat ini, polisi juga menemukan enam bom rakitan aktif. Para tetangga mengaku kaget bahwa lingkungan mereka dijadikan sarang teroris.

Senin pagi, Tim Densus 88 menangkap empat terduga teroris. Dua perempuan dan dua laki-laki. Mereka dibawa ke Mapolda Jatim untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan warga, satu di antaranya tengah hamil muda dan dua lainnya belum diketahui pasti statusnya. Kadiv Humas Mabes Polri menyatakan, perkembangan tindakan polisi dalam teror bom di beberapa titik di Surabaya yakni telah mengamankan 13 orang di Jawa Timur, dengan sejumlah barang bukti termasuk bom.

Dua dari para terduga teroris yang ditangkap terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan. Salah satu terduga teroris yang ditembak mati adalah BS yang merupakan penampung dana JAD Surabaya. Selain di Jawa Timur, polisi juga menangkap dua terduga teroris di Sumatera Selatan.

"Polri telah melakukan penangkapan dua terduga teroris di Sumatera Selatan inisial H alias Abdurahman alias Abu Qonsa. Yang kedua Hengki alias Abu Ansor," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setya Wasisto.

Selain itu, polisi masih mengejar enam terduga teroris lain. Polisi mendapatkan bukti bahwa mereka hendak menyerang Mako Brimob Polda Sumatera Selatan.