Peninggalan Sejarah Kurang Terurus

Di rumah ini, Soekarno-Hatta sempat diamankan para pemuda. Saat itu, pukul 04.00 WIB, Soekarno-Hatta diculik para pemuda dan dibawa ke rumah ini. Mereka didesak segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Sekutu.

Diterbitkan 17 Agustus 2011, 04:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Karawang: Rumah replika milik Djiew Kie Siong di Rengas Dengklok, Karawang, Jawa Barat, kondisinya kurang terurus. Padahal, rumah itu adalah salah satu peninggalan sejarah perjuangan sebelum Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Rumah yang ada sekarang sebenarnya replika. Soalnya, rumah asli Djiew Kie Siong terletak persis di pinggir Sungai Citarum. Pemindahan akhirnya dilakukan karena rumah di lokasi yang asli kerap terendam banjir jika air sungai pasang.

Di rumah ini, Soekarno-Hatta sempat diamankan para pemuda. Saat itu, pukul 04.00 WIB, Soekarno-Hatta diculik para pemuda dan dibawa ke rumah ini. Mereka didesak segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Sekutu.

Bahkan, bendera Merah Putih sempat dikibarkan menggantikan bendera Matahari Terbit. Namun rencana pembacaan Proklamasi pada sore harinya urung dilakukan karena Soekarno-Hatta akhirnya dibawa kembali ke Jakarta. Proklamasi akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Hingga saat ini masih banyak orang yang berkunjung ke rumah Djiew Kie Siong ini. Namun, Cicih, ahli waris rumah tersebut mengaku perawatan rumah tak maksimal karena terbentur biaya.(ULF)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6