Sukses

Ini Wasiat Pendiri Matahari Hari Darmawan Sebelum Ditemukan Tewas

Liputan6.com, Denpasar - Hari Darmawan, pendiri Matahari Departement Store, ditemukan tewas pukul 06.00 WIB, Sabtu (10/3/2018) tersangkut sebuah batu di Sungai Ciliwung, Bogor, Jawa Barat. Pria 77 tahun itu sempat dilaporkan hilang sejak Jumat 9 Maret malam.

Jenazah Hari sedang diterbangkan menuju Bali dan akan disemayamkan di Rumah Duka Kertha Semadi Blok VIP di Jalan Cargo Permai, Ubung Kaja, Denpasar.

Kerabat dekat yang enggan disebutkan namanya mengatakan proses kremasi digelar di Bali merupakan permintaan keluarga. Menurut dia, hal itu dilakukan keluarga, lantaran mendapat amanat dari almarhum semasa hidup.

Ia mengaku, Hari Darmawan pernah menyampaikan ingin dikremasi di Bali. "Pernah disampaikan begitu kepada keluarga. Beliau ingin dikremasi di Bali dan abunya dilarung ke laut," kata dia.

Seperti diketahui, Hari Darmawan merupakan pendiri Matahari Departement Store. Ia juga merupakan pemilik Taman Wisata Matahari. Ia ditemukan tewas di Sungai Ciliwung pagi tadi, Sabtu 10 Maret 2018 d usia 77 tahun. Pada saat itu Hari Darmawan tengah beristirahat di salah satu vilanya di kawasan Cilember, tepatnya di daerah Hankam.

2 dari 2 halaman

Dikremasi Pada Rabu Siang

Sementara itu, prosesi kremasi akan dilakukan pada Rabu siang, 14 Maret 2018 di Krematorium Kertha Semadi Mumbul, Nusa Dua. "Untuk kremasi akan digelar di Krematorium Kertha Semadi Mumbul tanggal 14 Minggu depan. Pagi hari pukul 09.00 Wita dilaksanakan doa penghiburan, pukul 10.30 Wita diberangkatkan ke krematorium," ujar Putu Karyawan Rumah Duka Kertha Semadi saat

Loading
Artikel Selanjutnya
Alasan Jenazah Pendiri Matahari Hari Darmawan Diterbangkan ke Bali Malam Ini
Artikel Selanjutnya
Sosok Pendiri Matahari Hari Darmawan di Mata Bos Lippo Group