Jokowi Minta Menteri dan Kantor Kedutaan Kampanye Bali Aman

Jokowi memastikan kondisi Bali aman, pascaletusan Gunung Agung.

Diterbitkan 23 Desember 2017, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan jajarannya di Kabinet Kerja untuk membahas peningkatan pariwisata Indonesia. Rapat terbatas yang digelar pada Jumat, 22 Desember 2017 malam ini berbeda dari biasanya, Jokowi memilih Bali sebagai tempat dilangsungkannya rapat tersebut.

Jokowi menuturkan alasan memilih Bali menjadi lokasi rapat terbatas, yang biasanya dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Jokowi mengaku ingin menunjukkan kalau kondisi Bali aman bagi wisatawan maupun investor, pascaletusan Gunung Agung.

"Dengan rapat terbatas ini, kita harapkan bahwa memang di Bali tidak ada masalah yang berkaitan dengan aman dan tidaknya wisata di Bali karena erupsi di Gunung Agung," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi mengaku telah meminta sejumlah kementerian, kantor-kantor kedutaan, serta maskapai penerbangan, untuk aktif memberikan informasi terkini dan akurat mengenai kondisi Bali saat ini. 

"Tentu saja langkah kontingensi (bila sewaktu-waktu terjadi bencana), kita siapkan kalau memang bencana itu terjadi," kata Jokowi dalam rapat di Wisma Pendidikan dan Pelatihan PU dan Perumahan Rakyat Werdapura Sanur, Kota Denpasar, Jumat 22 Desember 2017.

 

 

Diluar 10 Km, Aman!

Terkait dampak letusan Gunung Agung, Jokowi meyakinkan masyarakat bahwa dampaknya tidak sampai menjangkau daerah-daerah yang biasa dikunjungi wisatawan. Di luar radius 10 kilometer, kondisi aman.

"Memang dampak dari erupsi di Gunung Agung hanya berjarak 8-10 kilometer dari puncak gunung. Tadi saya sudah diberi informasi oleh Pak Gubernur dan Menko Kemaritiman," ujar Jokowi. 

Selain membahas soal pariwisata Bali, Jokowi beserta jajarannya juga membahas perkembangan destinasi wisata baru yang sudah 1,5 tahun terakhir mulai digarap.

Dia menekankan, tata ruang dari tiap destinasi wisata baru tersebut harus sudah mulai didesain dan direncanakan.

"Saya hanya ingin memberikan beberapa hal yang ada di lapangan, terutama yang menyangkut dari Bappenas, PU, Bekraf, yang berkaitan dengan tata ruang yang ada di 10 destinasi baru yang sudah kita tetapkan," ucap dia.

 

Tata Kelola Wisata Baru

Menurut Jokowi, penyiapan tata kota dan permukiman sejak dini di destinasi wisata baru akan menjadi kunci bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang jauh lebih baik.

Tak hanya tata kota dan tempat wisatanya yang akan menjadi tertata, tapi juga hutan konservasi dan sumber daya alam yang ada di sejumlah destinasi wisata baru tersebut juga akan terlindungi.

"Saya kira kalau hal-hal ini dimulai sejak awal, pariwisata kita akan lebih terarah dan jelas," pungkas Jokowi.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6