Partisipasi Warga Jakarta pada Imunisasi MR Turun

Menurut Koesmedi, faktor menurunnya partisipasi warga karena banyak hal.

Diterbitkan 04 Oktober 2017, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Data capaian kampanye imunisasi measless rubella (MR) DKI Jakarta menunjukkan urutan nomor dua terakhir tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto membenarkan partisipasi warga terhadap imunisasi MR menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Iya (urutan akhir), satu sebelum Banten," ujar Koesmedi di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Menurut Koesmedi, faktor menurunnya partisipasi warga karena banyak hal. Di antaranya, faktor kehalalan dan sulitnya menembus sekolah swasta Internasional dan apartemen-apartemen.

"Banyak masalahnya. Penolakan terhadap kehalalan, terus sekolah-sekolah internasional, apartemen-apartemen, itu kan susah dimasukin ya," ujar dia.

Terkait kehalalan, Koesmedi mengakui masih ada orangtua di Jakarta yang meragukan kehalalan imunisasi MR. Saat ini, MUI tengah memeriksa halal tidaknya vaksin tersebut.

"Saya sudah ketemu MUI, mereka bilang lagi dalam proses pemeriksaan," kata Koesmedi.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kata Koesmedi, sudah melakukan penyuluhan agar orangtua mau mengizinkan anaknya untuk imunisasi.

"Teman-teman kita itu enggak main-main di MR ini, masuk sekolah internasional, kita ke mal-mal, kita masuk apartemen, kita masuk rumah-rumah susun, kita masuk pasar. Didatangi semua tempat-tempat hiburan, tempat-tempat rekreasi, itu kita datangi semua," ujarnya.

Berdasarkan data, ada 2.446.569 anak di Jakarta yang harus diimunisasi MR untuk memutus transmisi penularan penyakit campak dan rubela. Namun, hingga 3 Oktober, anak yang sudah diimunisasi periode Agustus-September 2017 belum 100 persen atau baru sebanyak 2.241.233 anak atau 91,61 persen.

Saksikan video di bawah ini:

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6