Liputan6.com, Jakarta: Kini, orangtua tak perlu mengkhawatirkan tinggi badan anak. Sebab, ilmu kedokteran telah menemukan hormon pertumbuhan yang dapat memacu pertumbuhan tulang anak. Sayang, tampaknya hanya keluarga berpunya saja yang mampu memberi suntikan ini kepada anaknya. Maklum, harga sekali suntik mencapai Rp 500 ribu. Demikian informasi yang dirangkum SCTV dari dokter Endang Triningsih, ahli endokrinologi anak Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Jakarta, baru-baru ini.
Endang menjelaskan, pertumbuhan seseorang dimulai sejak dalam kandungan. Karena itulah, permasalahan dalam janin seperti masalah uterus --saluran pemberi makan janin-- dan kekurangan asupan gizi pada ibu bisa mengganggu pertumbuhan janin. "Tapi, ibu yang cukup gizi pun dapat menghasilkan anak bertubuh pendek jika sang ibu mempunyai masalah pada rahim," kata Endang.
Menurut Endang, pertumbuhan bayi terpesat terjadi pada tahun pertama, yakni mencapai 25 sentimeter. Pada tahun kedua, pertumbuhan melambat menjadi sekitar 12 cm. Sedangkan pada tahun ketiga, pertumbuhan makin lambat yaitu hanya 8 cm. Sesudah tahun ketiga, pertumbuhan anak lebih lambat lagi, hanya 4-7 cm per tahun. Pertumbuhan lambat ini berakhir ketika anak memasuki usia pubertas. Pada usia itu, anak mengalami pertumbuhan luar biasa yang disebut growth sprooth periode. Selain itu, Endang menambahkan, pertumbuhan anak juga dipengaruhi faktor keturunan. Karena itulah, tinggi badan orang tua termasuk dalam rumus dasar tinggi badan maksimal. Namun, faktor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan anak tetaplah asupan gizi.
Endang menerangkan, berbagai faktor dapat mengganggu pertumbuhan anak, antara lain penyakit kronis seperti tuberculosis (TBC), penyakit metabolik seperti gangguan penyerapan makanan, kelainan darah seperti thalasemia dan diabetes melitus, serta gangguan endokrin yang menyebabkan hormon tak seimbang. Endang mengatakan, gangguan pertumbuhan tadi hanya terjadi sewaktu-waktu. Itulah sebabnya, Endang menyarankan orangtua rajin mengukur perkembangan anaknya melalui grafik tinggi badan yang biasanya terdapat pada buku kesehatan. Untuk mengetahui penghambat pertumbuhan anak, Endang menganjurkan orangtua memeriksakan anak ke dokter. "Agar penyebab kegagalan tumbuh dapat dipastikan. Barangkali masih bisa dibantu dengan suntik hormon pertumbuhan," kata Endang. Syaratnya, usia tulang anak lebih rendah daripada usia anak.(MTA/Mira Permatasari dan Bambang Triono)
Endang menjelaskan, pertumbuhan seseorang dimulai sejak dalam kandungan. Karena itulah, permasalahan dalam janin seperti masalah uterus --saluran pemberi makan janin-- dan kekurangan asupan gizi pada ibu bisa mengganggu pertumbuhan janin. "Tapi, ibu yang cukup gizi pun dapat menghasilkan anak bertubuh pendek jika sang ibu mempunyai masalah pada rahim," kata Endang.
Menurut Endang, pertumbuhan bayi terpesat terjadi pada tahun pertama, yakni mencapai 25 sentimeter. Pada tahun kedua, pertumbuhan melambat menjadi sekitar 12 cm. Sedangkan pada tahun ketiga, pertumbuhan makin lambat yaitu hanya 8 cm. Sesudah tahun ketiga, pertumbuhan anak lebih lambat lagi, hanya 4-7 cm per tahun. Pertumbuhan lambat ini berakhir ketika anak memasuki usia pubertas. Pada usia itu, anak mengalami pertumbuhan luar biasa yang disebut growth sprooth periode. Selain itu, Endang menambahkan, pertumbuhan anak juga dipengaruhi faktor keturunan. Karena itulah, tinggi badan orang tua termasuk dalam rumus dasar tinggi badan maksimal. Namun, faktor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan anak tetaplah asupan gizi.
Endang menerangkan, berbagai faktor dapat mengganggu pertumbuhan anak, antara lain penyakit kronis seperti tuberculosis (TBC), penyakit metabolik seperti gangguan penyerapan makanan, kelainan darah seperti thalasemia dan diabetes melitus, serta gangguan endokrin yang menyebabkan hormon tak seimbang. Endang mengatakan, gangguan pertumbuhan tadi hanya terjadi sewaktu-waktu. Itulah sebabnya, Endang menyarankan orangtua rajin mengukur perkembangan anaknya melalui grafik tinggi badan yang biasanya terdapat pada buku kesehatan. Untuk mengetahui penghambat pertumbuhan anak, Endang menganjurkan orangtua memeriksakan anak ke dokter. "Agar penyebab kegagalan tumbuh dapat dipastikan. Barangkali masih bisa dibantu dengan suntik hormon pertumbuhan," kata Endang. Syaratnya, usia tulang anak lebih rendah daripada usia anak.(MTA/Mira Permatasari dan Bambang Triono)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/369447/original/160302bkesehatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258053/original/067867800_1781307185-cyle_larin_gol_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262486/original/089294900_1781817493-000_B7KZ4JN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)