Sukses

Polda Riau Menggelar Operasi Ketupat Lilin 2001

Liputan6.com, Pekanbaru: Menjelang Lebaran dan Natal, pekan mendatang, Kepolisian Daerah Riau akan menurunkan petugas intel dan reserse di sejumlah tempat ibadah. Selain mengantisipasi aksi peledakan bom, operasi itu digelar untuk mendatangkan rasa aman bagi warga yang masih trauma atas peristiwa bom malam natal, tahun silam. Demikian diutarakan Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Polisi Jonny Yodjana, dalam gelar pasukan Operasi Ketupat Lilin 2001, baru-baru ini.

Jonny menjelaskan, Polda Riau akan menurunkan sekitar 1.300 personel dalam pengamanan Lebaran dan Natal. Operasi pengamanan itu bersandi Ketupat Lilin 2001. Operasi tersebut akan didukung dua satuan setingkat kompi pasukan TNI Angkatan Darat.

Dalam gelar pasukan yang disusul dengan show of force keliling kota, Kapolda juga menyatakan satu fokus pengamanan adalah gereja dan mesjid. Hal itu untuk mengantisipasi peristiwa yang terjadi di Gereja Pantekosta, Pangkalankerinci, Pekanbaru, beberapa waktu silam [baca: Hendak Meledakkan Gereja, Seorang Pembawa Bom Dibekuk]. Saat ini, Polda Riau masih menahan Ikbal, tersangka pembawa dua unit bom di Gereja Pantekosta.

Ia menambahkan, selain menurunkan personel polisi berpakaian preman, Polda Riau juga mengeluarkan perintah agar seluruh anggota tetap berpakaian dinas, termasuk dalam menunaikan salat Idul Fitri.(PIN/Yusril Ardanis)