Sukses

Komplotan Copet di Bus Transjakarta Dibekuk di Halte Semanggi

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok pencopet spesialis Transjakarta tertangkap tangan saat melakukan aksinya di dalam bus yang melintas di depan Halte Semanggi, Jakarta, Rabu malam 2 Maret 2016.

Adalah 4 sekawan, yakni Harun (27), Badawi (45), Kiky (32), dan Tedy (20) yang mengaku sering memepet penumpang pria yang hendak turun dari Transjakarta untuk mencopot ponsel di kantong korban.

"Modusnya berpura-pura sebagai penumpang bus Transjakarta," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

"Sasaran penumpangnya laki-laki yang menyimpan HP di saku celana. Pada saat korban mau turun, berdesak-desakan, dipepet seorang pelaku untuk mengambil HP korban," sambung dia.

Dengan kecepatan tangan yang sudah terlatih, lanjut Krishna, pelaku yang berperan sebagai eksekutor langsung mengoper barang curiannya ke teman-temannya yang lain secara berantai. Mereka mengaku sudah mencopet setahun terakhir.

2 dari 2 halaman

Jadwal Mencopet

Biasanya jadwal mereka beraksi Rabu, Jumat, dan Minggu sekitar pukul 16.00-19.00 WIB.

"Lalu dengan cepat tangan memindahkan barang butki yang didapat ke pelaku lain untuk menghilangkan jejak," tutur perwira menengah Polda itu.

"Rata-rata dalam 1 minggu, (para tersangka) melakukan aksinya sebanyak 3 kali di hari Rabu, Jumat, dan Minggu, pukul 16.00-19.00 WIB," sambung dia.

Polisi mengatakan, pada Rabu 2 Maret 2016 kemarin para pelaku menyasar William, seorang karyawan yang memiliki dan menaruh ponsel pintar di sakunya. Pelaku yang sadar ponselnya diambil langsung berteriak minta pertolongan penumpang lainnya.

"Korbannya kehilangan iPhone6," imbuh Krishna.

Dia menambahkan, biasanya keempat tersangka berkumpul di Bendungan Hilir (Benhil) untuk melancarkan aksinya. Wilayah operasi mereka mulai dari Halte Transjakarta Blok M hingga Halte Beos, Kota. Berdasarkan keterangan para pelaku, ujar Krishna, hasil kejahatan mereka dijual ke penadah berinisial MA yang kerap nongkrong di Pasar Proyek Senen, Jakarta Pusat.

"Mereka bertemu di Benhil, lalu sama-sama mencopet. Hasil kejahatan berupa HP dijual kepada penadah berinisial MA. Dan transaksinya dilakukan di Pasar Senen Jakpus. Penadahnya sekarang lagi kita buru," ucap Krishna.