Jubir KMP Sebut Kisruh Internal Warnai 100 Hari Jokowi-JK

Jubir KMP Nurul Arifin memandang, Jokowi baru menjadi kepala pemerintahan, belum menjadi panglima di pemerintahan.

Diterbitkan 26 Januari 2015, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Koalisi Merah Putih (KMP) Nurul Arifin melihat 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diwarnai kekisruhan. Hal ini disebabkan oleh masalah internal Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Saya sebagai Jubir KMP. Kami lihat sekarang sedang terjadi kekisruhan, kegalauan, banyak hal yang sepertinya tidak terintegrasi dalam pemerintahan Jokowi-JK. Kekisruhannya bukan karena ketakutan KMP menjegal. Itu sama sekali tidak kita lihat. KMP malah justru firm, bahwa dia dukung dan mengkritik konstruktif. Yang kisruh justru dari keluarga KIH sendiri," kata Nurul, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

Nurul memandang, Jokowi baru menjadi kepala pemerintahan, belum menjadi panglima di pemerintahan. Ia menuturkan harusnya Jokowi percaya diri karena ada banyak dukungan masyarakat.

"Tapi bicara evaluasi 100 hari sulit bicara detail, karena belum hasilkan output," imbuh politisi Partai Golkar tersebut.

Nurul menilai pula Jokowi-JK kurang bisa memberikan kerja nyata pada publik karena banyak intervensi yang dilakukan. Dari luar, Jokowi terlihat memegang kendali, tapi Nurul melihat sebaliknya.

"Bahwa Presiden (Jokowi) lebih banyak kelihatannya belum memegang kendali, masih banyak intervensi. Saya kurang tahu apa yang sebabkan beliau kurang berani ambil keputusan. Kelihatannya memang intervensinya tidak hanya dari keluarga partai Jokowi sendiri, tapi juga dari partai pendukung di KIH," terang Nurul Arifin. (Ans/Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6