Sukses

Jenazah Gayatri Diterbangkan ke Kampung Halaman Sabtu Pukul 01.00

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah mobil jenazah berjenis mini bus terparkir tepat di depan ruang Emerald, Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Mobil putih berpelat B 1016 UIX itu tengah bersiap mengantarkan jenazah Gayatri Wailissa.

Gadis jenius yang dikenal poliglot karena menguasai banyak bahasa itu akan dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta untuk diterbangkan ke kampung halaman Gayatri di Ambon, Maluku. Jenazah akan diterbangkan Sabtu 25 Oktober 2014, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Iya berangkat nanti pukul 01.00 WIB," kata ayahanda Gayatri, Dedi Darwis Wailissa, Jumat (24/10/2014).

Pantauan Liputan6.com, pukul 18.50 WIB, seluruh keluarga tengah menunggu di ruangan itu. Mereka bersiap memasukkan jenazah Gayatri ke dalam peti jenazah berwarna putih. Peti itu nantinya akan dimasukkan ke dalam mobil jenazah. Tak ada isak tangis di sana.

 


Ayahanda dan ibunda, Dedi Darwis Wailissa dan Nurul Idawati memang tak menangis. Namun mata mereka memandang nanar, tak lepas dari peti jenazah. Sementara kerabat yang lain masih berusaha menghibur keduanya.

Setelah disemayamkan, jenazahnya rencananya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kota Ambon, Maluku pada Sabtu 20 Oktober 2014 besok.

Kepergian Gayatri pada usia belia, 19 tahun, mengejutkan masyarakat. Dia adalah satu anak bangsa yang menguasai 14 bahasa, baik verbal maupun tulisannya. Dan tiga bahasa lain juga berhasil difasihkannya.

Total, dia menguasai sekitar 17 bahasa. Dedi membeberkan, semasa hidupnya, Gayatri berhasil memperoleh sekitar 80 penghargaan. Baik yang ditorehkan di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Gayatri pernah mendapat medali perunggu Olimpiade Sains Astronomi 2012, juara karya tulis sastra nasional 2012, juara 1 lomba pidato remaja hari kebangkitan nasional 2012, dan terakhir juara esai nasional 'Hari Perdamaian Dunia' tahun 2012.

Gayatri juga menjadi wakil Indonesia untuk Duta Anak tingkat ASEAN. Dia bahkan menjadi delegasi tunggal Indonesia yang mewakili Konferensi ASEAN tahun 2012 di Thailand dan delegasi tunggal (anak) Indonesia dalam konferensi ASIA-Pasifik tahun 2013 di Nepal. (Sss)