Sukses

Soal Tawaran Kursi MPR, Golkar Akui Demokrat Belum Sepakat

Liputan6.com, Jakarta - Demi memperkuat parlemen, Koalisi Merah Putih (KMP) terus "merayu" Partai Demokrat (PD) untuk merapat ke kubu mereka. Guna merebut hati Demokrat, kursi pimpinan MPR pun ditawari untuk partai berlambang Mercy tersebut.

Kendati demikian, Politisi Partai Golkar yang juga bagian dari KMP, Tantowi Yahya, mengatakan keputusan tersebut masih belum final karena menunggu keputusan resmi dari Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Belum ada kesepakatan final dari Pak SBY. Belum terlihat juga bagaimana posisi Demokrat nanti (menerima atau menolak tawaran)," ujar Tantowi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Ketua DPP Golkar itu juga mengakui hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PD bahwa mereka bergabung dengan KMP. Tapi Tantowi tetap yakin Demokrat nantinya akan berlabuh ke KMP.

"Ya, memang selama ini Pak SBY atau siapa pun tidak ada yang mengatakan bahwa Demokrat tidak di Koalisi Merah Putih. Tapi, kan biar waktu yang membuktikan kalau selama ini mereka (PD) mempunyai kedekatan dengan KMP. Terlihat mulai kampanye pilpres 2014, teman-teman Demokrat selalu ikut," jelas Tantowi.

Dengan ditolaknya judical review UU MD3 oleh Mahkamah Konstitusi Senin 29 September 2014 kemarin, peluang Koalisi Merah Putih untuk meraih kursi pimpinan di parlemen semakin kuat.

Pasalnya, berdasarkan hasil hitung-hitungan jumlah kursi, di DPR kubu Koalisi Merah Putih yang beranggotakan Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, dan PAN, minus Partai Demokrat yang masih bersikap abu-abu, KMP masih tetap bisa mengajukan sistem paket dengan raihan 292 suara.

Sementara, Koalisi Indonesia Hebat yang terdiri dari PDIP, Partai Nasdem, Hanura, serta PKB hanya berjumlah 207 suara. (Yus)