Sukses

SBY Beri Raeni si Anak Tukang Becak Beasiswa S2 ke Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta - Harapan Raeni untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di luar negeri akhirnya tercapai. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan memberikan beasiswa untuk putri seorang pengayuh becak asal Desa Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu ke luar negeri.

"Memenuhi rencana Raeni, pemerintah akan berikan kesempatan pendidikan S2 di luar negeri melalui program Beasiswa Presiden," ujar SBY melalui akun twitter @S.B.Yudhoyono, Jumat (13/6/2014) pagi.

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono saat bertemu dengan Raeni dan sang ayah Mugiyono di Bandara Halim Perdanakusuma, tadi pagi, sebelum bertolak ke Bali untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI.

Pada bagian lain SBY juga mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Raeni dan menyatakan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu di tengah segala keterbatasan.

"Raeni, saya ucapkan selamat atas prestasi yang sangat membanggakan kita semua. Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi," ucap SBY.

Raeni adalah lulusan terbaik Unnes pada wisuda periode II 2014 dengan IPK 3,96. Ayahnya, Mugiyono, adalah tukang becak dengan penghasilan Rp 10.000-50.000 per hari. Untuk menambah penghasilan, Mugiyono bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp 450.000 per bulan.

Raeni mendapat kesempatan kuliah setelah menerima beasiswa Bidikmisi. Ia berhasil merampungkan pendidikan S1 dalam 7 semester dengan IPK nyaris sempurna. Raeni juga dikenal aktif berorganisasi.

Dosen-dosennya di Fakultas Ekonomi (FE) Unnes mengenalnya sebagai pribadi yang cerdas dan santun. Kepada kawan-kawannya ia tak segan mengakui dirinya adalah putri tukang becak. Bahkan saat mengikuti wisuda, Raeni tak malu diantar ayahnya menggunakan kendaraan roda tiga itu. (Mut)