Sukses

[VIDEO] Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Riau Berbahaya

Liputan6.com, Riau Asap yang menyelimuti Provinsi Riau dalam 2 bulan terakhir kian memprihatinkan. Meski aksi pembakaran hutan dan lahan terjadi saban tahun, namun belum terlihat tindakan tegas pemerintah yang dapat menghentikan aksi para pembakar lahan tersebut.

Seperti tayangan Liputan 6 Malam SCTV, Jumat (14/3/2014) dini hari, luas hutan dan lahan yang terbakar terus bertambah, sementara upaya pemadaman tidak ada perubahan sama sekali. Akibatnya, sepanjang Kamis 13 Maret 2014, udara Kota Pekanbaru tetap diselimuti kabut asap yang cukup pekat.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), status udara di Riau sudah pada tingkat berbahaya. Selain itu, jarak pandang pun berkisar antara 100 hingga 300 m saja.

Walikota Pekanbaru Firdaus menegakan tak ingin warganya menderita ragam penyakit karena harus menghirup asap yang berbahaya terhadap kesehatan. Ia justru menganjurkan warganya agar segera meninggalkan Kota Pekanbaru terutama ibu-ibu hamil dan anak-anak.

Anjuran mengungsi kepada warga dilakukan atas saran sejumlah dokter spesialis paru-paru. Sebab, udara yang berkabut asap mengakibatkan sekitar 48.000 warga Riau menderita ISPA, asma, pneumonia, serta iritasi mata dan kulit. Angka itu tidak termasuk warga yang tidak mendatangi puskesmas atau rumah sakit.

Selain menganjurkan mengungsi, seluruh sekolah dari SD hingga SMA diliburkan sejak Kamis 13 Maret 2014 kemarin. Status darurat kabut asap di Kota Pekanbaru telah diperpanjang hingga 1 pekan ke depan.

Tak hanya itu, kabut asap juga telah melumpuhkan Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru. Dalam beberapa hari terakhir, penerbangan menjadi tak menentu karena jarak pandang tidak memungkinkan pesawat mendarat ataupun terbang.

Selain Riau, kabut asap kini telah merambah hingga wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Meski tidak sepekat di Pekanbaru, kualitas udara di wilayah tersebut dinilai tidak sehat.

Hal itu membuat Dinas Kesehatan setempat membagi-bagikan masker kepada warga. Tindakan itu dilakukan karena jumlah pasien yang menderita ISPA di beberapa puskesmas meningkat dalam 3 pekan terakhir. (Muhammad Ali)

Baca Juga:

Hujan Buatan Sulit Dilakukan Padamkan 137 Titik Api Riau 

Dikepung Kabut Asap, Gubernur Sumbar Minta Warga Gunakan Masker 

[VIDEO] Kecelakaan Beruntun di Cirebon - Asap Riau Berbahaya