Abdul Khaliq Ahmad: Lawan Sudah Menang

Ibarat permainan seharusnya Partai Kebangkitan Bangsa mendukung lawan politik yang menang. Pemecatan Matori Abdul Djalil tidak sesuai AD/ART partai.

Diterbitkan 31 Juli 2001, 01:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Ada perbedaan pendapat yang tajam di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa. Sebagian besar anggota PKB menilai Sidang Istimewa MPR 2001 inkonstitusional. Tapi, ada juga suara yang mendesak Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang PKB realistis menerima hasil SI MPR. [Baca: Matori Abdul Djalil: Saya Ketua Umum PKB yang Sah]. "Ibarat permainan, lawan politik sudah menang dan kita angkat topi buat pemenang (SI MPR)," kata Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR Abdul Khaliq Ahmad ketika berdialog dengan Bayu Sutiyono di Studio SCTV, Senin (30/7) siang.

Memang, Abdul mengakui sejak awal bersama PKB, Ahmad cs menolak hasil kerja Panitia Khusus Buloggate-Bruneigate DPR yang berujung meminta MPR menggelar SI meminta pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid. Tapi, hasil akhir rangkaian SI MPR adalah fakta politik yang tak bisa dipungkiri. Karena itu, dia bersedia mempertanggungjawabkan tindakannya dalam muktamar atau musyawarah kerja nasional PKB.

Mengenai pemecatan dirinya dan Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil, Abdul menekankan, tindakan itu tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai berlambang bola dunia dikitari sembilan bintang itu. Menurut dia, sesuai prosedur, anggota yang dinilai salah akan diberi tiga kali peringatan. Selanjutnya, diberi kesempatan membela diri dengan tenggang waktu hingga tiga bulan. Sedangkan fungsionaris partai diberi kesempatan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan muktamar. "Saya siap mempertanggungjawabkan di depan muktamar atau mukernas," kata Abdul, mantap.(TNA)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6