Mutasi Pimpinan TNI Mesti Hati-Hati

Dua kepala staf angkatan TNI berharap pergantian jajaran pimpinan mesti dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur. Sebaiknya dihindari kontroversi yang ber

Diterbitkan 06 Juli 2001, 01:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Direktur Eksekutif Cakramandala Institute dan Alumnus Program Studi Keamanan Internasional - Turkish National Police Academy.
Jadi intinya...
  • Wanjakti TNI sedang proses usulkan pergantian tiga kastaf angkatan.
  • Pergantian pimpinan TNI demi kemantapan organisasi, hindari kontroversi.
  • TNI sepakat politisi sipil tidak campuri urusan pergantian pimpinan.

Liputan6.com, Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hanafie Asnan membenarkan, saat ini tengah berlangsung proses sidang Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi (Wanjakti). Sidang itu digelar secara hati-hati dan sesuai prosedur untuk mengusulkan pergantian tiga kastaf angkatan TNI. Menurut Hanafie, nantinya tiap-tiap angkatan akan memberi masukan kepada presiden melalui Panglima TNI, sedangkan mekanismenya ada dalam Wanjakti. "Mekanisme Wanjakti secara formal sebagai akhir dari pembahasan informal," kata Hanafie, usai melakukan upacara serah terima jabatan Wakil KSAU di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/7) pagi. Sementara itu Kastaf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Indroko Sastrowiryono menyatakan, pergantian jajaran pimpinan TNI harus dilakukan untuk kepentingan kemantapan dan kepentingan organisasi. Namun di kalangan TNI telah disepakati, jika negara belum stabil, tak perlu ada pergantian. "Kalau diubah tanpa memberikan kemajuan dan kemantapan pada organisasi, apa tujuannya," kata Indroko, bertanya, seusai memimpin serah terima jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat. Lantas sebaiknya, juga dihindari kontroversi yang berdampak pada prajurit. Pergantian seperti itu, tambah Indroko, tak penting dilakukan sebelum atau sesudah Sidang Istimewa MPR Agustus mendatang. Pernyataan Indroko seakan mengamini pernyataan jajaran TNI dari angkatan lain. Sebelumnya, dari kalangan TNI Angkatan Darat sudah pernah tercetus agar politisi sipil jangan merecoki urusan militer dalam hal pergantian pimpinan .(COK/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6