Korban Sempat Mengeroyok Praja dalam Lift

Pengakuan ini diungkapkan tiga dari empat praja IPDN. Mereka bertemu korban dan teman-temannya saat dalam lift. Kelompok Wendi tersinggung sewaktu praja wanita menghindar dari mereka, bahkan seorang praja pria dikeroyok.

Diterbitkan 25 Juli 2007, 00:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sumedang: Tiga dari empat praja senior Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjelaskan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan Wendi Budiman meninggal dunia. Mereka mengungkapkan, Wendi budiman bersama teman-temannya sempat mengeroyok seorang praja pria saat hendak main biliar di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jatinangor, Sumedang. Demikian pengakuan mereka kepada sejumlah wartawan di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/7) [baca: Lima Praja Menjadi Tersangka].

Sejumlah praja itu menjelaskan, mereka bertemu korban dan teman-temannya saat dalam lift. Di dalam lift itu mereka melihat Wendi dan kelompoknya menunjukkan gelagat buruk. Gondo, seorang praja mengaku tengkuknya disundut rokok. Ini lantaran kelompok Wendi tersinggung sewaktu praja wanita menghindar dari mereka. Gondo bahkan dikeroyok sebelum berteriak dan melarikan diri. "Saya lari dan dihajar terus tanpa bisa melakukan perlawanan," ucap Gondo. Sedangkan dua praja wanita mengaku tak merasa dilecehkan, tapi hanya menghindar ketika kelompok Wendi mendekati mereka. "Memang ada ejekan, tapi tidak [begitu] jelas," ungkap seorang praja wanita.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6