Giliran Bendera OPM Dibentangkan Penari

Salah seorang penari dalam pembukaan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua membentangkan bendera OPM. Tidak ada yang berusaha mencegah tindakan tersebut karena polisi dilarang masuk.

Diterbitkan 03 Juli 2007, 15:02 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jayapura: Bendera gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibentangkan pada pembukaan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua yang kedua, Selasa (3/7) siang. Seorang penari adat asal Biak, Papua, bernama Myamum terlihat leluasa membentangkan bendera Bintang Kejora sepanjang pertunjukan yang bertempat di Gelanggang Olahraga Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Tidak ada yang berusaha mencegah tindakan tersebut karena polisi hanya boleh berada di luar gedung setelah tidak diperbolehkan masuk. Pasalnya, pembukaan konfrensi dijaga oleh polisi adat.

Di antara tamu yang hadir terdapat Sekretaris Daerah Provinsi Papua dan Ketua DPRD Jayapura. Panitia sendiri menganggap penggunaan bendera Bintang Kejora sah karena sejalan dengan pertunjukan. Namun, Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Max Donald Aer berjanji akan meminta keterangan panitia maupun saksi lainnya.

Konfrensi Masyarakat Adat Papua akan berlangsung sampai 6 Juli mendatang dengan agenda reformasi kepengurusan serta membahas hak-hak dasar orang Papua dan pelurusan sejarah.

Sebelumnya, kasus yang sama juga terjadi di Ambon, Maluku. Puluhan orang yang menyamar sebagai penari tradisional mendekat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan berusaha membentangkan bendera RMS dalam peringatan Hari Keluarga Nasional, Jumat pekan silam [baca: RMS "Menyambut" Kehadiran Presiden di Ambon].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6