Kabut Asap Kiriman Menyelimuti Mamuju

Ketebalan di Mamuju, Sulbar, meninggi dalam tiga hari terakhir terutama pada pagi dan petang. Kabut asap menyebabkan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Rambang, Palangkaraya, menurun drastis.

Diterbitkan 03 November 2006, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Mamuju: Kota Mamuju, Sulawesi Barat, diselimuti kabut asap. Selama dua pekan terkahir, Kota Mamuju bagai diselimuti awan mendung. Ketebalan asap mencapai puncaknya dalam tiga hari terakhir terutama pada pagi dan petang. Demikian hasil pantauan SCTV hingga Jumat (3/11).

Asap kiriman dari Kalimantan dan Polewali ini membuat warga Mamuju mulai terserang sesak napas dan batuk. Dinas Kesehatan setempat kesulitan menentukan kadar asap karena tak memiliki alat deteksi. Dinkes berencana membagikan masker kepada warga bila dalam beberapa hari ini kabut asap tak mereda.

Kabut asap juga mengganggu aktivitas di Pelabuhan Rambang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sejak tiga bulan silam, frekuensi bongkar muat turun drastis. Dampaknya, pendapatan buruh bongkar muat anjlok. Arfan, misalnya, kini hanya bisa pulang dengan membawa uang tak lebih dari Rp 20 ribu. Padahal biasanya Arfan rata-rata bisa mengantongi Rp 40 ribu per hari. Selain itu, dia harus bekerja dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat [baca: Kabut Asap Masih Menyelimuti Palangkaraya].

Kabut asap juga memaksa kapal yang melewati Sungai Kahayan berjalan lambat. Waktu tempuh kapal barang dari Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau ke Pelabuhan Rambang yang semula hanya 12 jam kini menjadi dua hari tiga malam. Kapal-kapal memperlambat laju karena jarak pandang yang sempit.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6