Wiranto Membantah Membisiki Habibie

Mantan Pangab Jenderal Pur Wiranto membantah jika dirinya yang menyampaikan kepada Habibie tentang adanya pergerakan pasukan di luar komandonya. Wiranto akan mengklarifikasi isi buku Habibie.

Diterbitkan 05 Oktober 2006, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Isu kudeta yang tertuang dalam buku mantan Presiden B.J. Habibie, Detik-Detik yang Menentukan terus menuai kontroversi. Mantan Panglima ABRI Jenderal Purnawiran Wiranto membantah jika dirinya yang menyampaikan kepada Habibie tentang adanya pergerakan pasukan di luar komandonya. "Justru saya yang meyakinkan presiden [Habibie] bahwa tak akan ada kudeta," ujar Wiranto di Jakarta, Kamis (5/10).

Menurut Wiranto, ia dalam waktu dekat akan menjelaskan secara lengkap atas isi buku Habibie. Pasalnya ada tiga hal yang harus diluruskan yakni masalah instruksi  presiden yang dikeluarkan Soeharto soal pengangkatan dirinya untuk mengamankan negara, informasi adanya pasukan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), dan masalah Timor Timur.

Bantahan Wiranto di atas memang berbeda dengan yang ada di dalam buku Habibie. Dalam buku tersebut disebutkan, pada 22 Mei 1998, Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Prabowo diganti mendadak. Pergantian dilakukan setelah Habibie menerima laporan dari Wiranto mengenai adanya pergerakan pasukan Kostrad dari luar Jakarta menuju Jakarta. Selain itu, ada konsentrasi pasukan di kediaman Habibie di Kuningan, Jakarta Selatan, dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, tanpa diketahui Pangab [baca: Buku Habibie Laris Manis].(ORS/Fajar Ilham dan Akbar Berno)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6