Sukses

Akibat Gempa, Situs Imogiri Ditutup

Liputan6.com, Bantul: Gempa tektonik yang menggoyang Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu dua pekan silam memang dahsyat. Selain menewaskan ribuan jiwa dan mencederai puluhan ribu orang, bencana ini juga merusak banyak rumah serta bangunan. Tanah goyang pun turut merusak sejumlah peninggalan sejarah maupun purbakala. Kompleks Makam Raja-raja Mataram Islam di Pajimatan, Imogiri, Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya.

Buat mengetahui sejauh mana kerusakan akibat rangkaian gempa hingga 5,9 skala Richter itu, baru-baru ini koresponden SCTV Solikun mengunjungi situs sejarah sekaligus objek wisata tersebut. Tampak sebagian besar bangunan kompleks makam leluhur raja-raja Mataram Islam itu rusak berat. Gapura utama menuju kuburan Sultan Agung pun ambles dan banyak dinding yang retak. Sedangkan gapura kedua menuju makam ayah Amangkurat I itu roboh sehingga tidak bisa dilalui. Kerusakan juga menimpa kompleks makam Sunan Paku Buwono I, termasuk bangunan kuburan Paku Buwono XII yang pernah memerintah Keraton Surakarta dari 12 Juli 1945 sampai 11 Juni 2004.

Kerusakan bangunan akibat gempa bumi di kompleks kuburan bangsawan tinggi Dinasti Mataram itu hampir merata. Sedangkan bangunan yang sama sekali tidak rusak antara lain gentong yang biasa berisi air berkah, Jalan Multitangga, dan serambi yang kerap digunakan dalam ritual abdi dalem dan juru kunci.

Dengan segala kerusakan itulah, maka Kompleks Makam Imogiri ditutup untuk kunjungan wisatawan. Dan sejauh ini belum diketahui kompleks tersebut bakal dibuka kembali untuk para turis. Ini mengingat kondisi bangunan di dalamnya belum aman. Setelah dipugar nanti, barulah salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Bantul itu boleh dikunjungi para turis.

Gempa tak hanya menghantam Kompleks Makam Imogiri, Candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah pun rusak. Sejumlah stupa yang menghiasi candi yang berada di areal candi Hindu terbesar di Asia Tenggara itu mengalami kerusakan cukup parah. Banyak stupa yang terpental ke tanah hingga beberapa meter dari tubuh candi [baca: Candi Prambanan Rusak Parah, Stupa Berjatuhan].(ANS)

    Loading