Pintu Ruangan Bupati Bekasi Disegel Kepala Kambing

Tidak terima dengan penetapan pasangan bupati Bekasi terpilih, pengunjuk rasa meletakkan sesajen kepala kambing di pintu ruang kerja bupati. Namun, Sang Bupati menilai kalau unjuk rasa itu salah alamat.

Diterbitkan 25 Agustus 2005, 02:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ratusan warga menyegel Kantor Bupati Bekasi, protes penetapan Saleh Manaf-Solihin Sari.
  • Pengunjuk rasa menuntut DPRD realisasikan putusan MA pembatalan SK Mendagri.
  • Bupati Saleh Manaf menganggap unjuk rasa tersebut sebagai salah alamat.

Liputan6.com, Bekasi: Ratusan warga yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Bekasi Bersatu, belum lama ini menyegel Kantor Bupati Bekasi, Jawa Barat. Insiden ini terjadi setelah Bupati Saleh Manaf menolak untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa. Sejumlah personel kepolisian berupaya meredam emosi salah seorang wakil pengunjuk rasa, Rahmat Damanhuri, yang terus mengeluarkan kecaman terhadap Saleh Manaf. Menurut pengunjuk rasa, mereka melakukan aksi sebagai bentuk protes atas penetapan dan pengangkatan pasangan Saleh Manaf-Solihin Sari sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi. Mereka menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bekasi untuk segera merealisasikan keputusan Mahkamah Agung tertanggal 6 Juli silam. Putusan itu berisikan pembatalan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang penetapan dan pengangkatan Saleh dan Solihin sebagai pasangan bupati dan wakil bupati. Demonstran juga menyegel Kantor Bupati Bekasi dan meletakkan sesajen berupa dua kepala kambing, tulang paha, paku, beling, kembang serta kendi di pintu masuk ruang kerja bupati. Namun, kepada wartawan Saleh Manaf mengatakan unjuk rasa itu sebagai salah alamat.(ADO/Muhabar)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6