Liputan6.com, Jakarta: Acep Darma (bukan Asep Darma seperti ditulis sebelumnya--Red.) masinis kereta rangkaian listrik 583 jurusan Bogor-Jakarta menilai gangguan sinyal di perlintasan sekitar kawasan Rawabambu, Pasarminggu, Jakarta Selatan, sebagai pemicu tabrakan KRL-nya dengan KRL 585. Acep tak melihat sinyal tersebut memberikan kode bahwa ada kereta lain di jalur yang sama. Hal ini diungkapkan Acep saat ditemui SCTV di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (1/7).
Acep panik ketika melihat ada kereta lain sedang berhenti di jalur yang sama. Meski begitu, ia segera berusaha menghentikan laju keretanya dengan menggunakan rem darurat. Namun, upayanya itu tak membuahkan hasil optimal karena jarak keretanya dengan KRL 585 sudah terlalu dekat.
Menurut Acep, sinyal di perlintasan di sekitar lokasi tabrakan sering mengalami gangguan. Kondisi itu sebenarnya sudah dilaporkan kepada pihak PT Kereta Api Indonesia. Namun entah mengapa sampai kini sinyal itu belum juga diperbaiki.
Selain luka-luka lecet pada bagian tubuh, tabrakan itu membuat masinis berusia 45 tahun ini cedera pada tulang belakang. Ia tak sempat menghindar, sehingga badannya terkena benturan keras. Cedera Acep ini tergolong parah. Karenanya untuk mendapatkan perawatan lebih baik, Acep kemungkinan akan dirujuk ke Rumah Sakit Kepolisian Pusat dokter Soekanto, Kramatjati, Jaktim. Selain Acep, saat ini masih ada 29 korban luka-luka dan patah tulang yang dirawat di RSUD Pasar Rebo [baca: Keluarga Korban Tabrakan KRL Mendatangi Rumah Sakit].
Sementara itu, Ahmad Yani, masinis kereta rangkaian listrik 585 yang ditabrak dari belakang, mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas sinyal kereta api atau yang biasa disebut MEO. Dia memperlambat laju kereta karena tahu kereta api Pakuan di depannya sedang mogok. Saat berkomunikasi dengan MEO, Ahmad juga mengatakan siap mendorong Pakuan dan melaju pelan dengan kecepatan tiga kilometer.
"Di depan kereta [Pakuan] saya nunggu kepastian dari MEO [untuk mendorong] ternyata Pakuan bisa jalan sendiri,". Saat itulah, kereta yang dipandu ditabrak dari belakang oleh KRL bernomor 583 dengan masinis Acep Darma. Ahmad juga menegaskan tidak pernah melarikan diri. Namun, dia langsung melaporkan ke stasiun terdekat. "Stasiun Pasarminggu," kata dia.(DEN/Novarini dan Hengky Rahman)
Acep panik ketika melihat ada kereta lain sedang berhenti di jalur yang sama. Meski begitu, ia segera berusaha menghentikan laju keretanya dengan menggunakan rem darurat. Namun, upayanya itu tak membuahkan hasil optimal karena jarak keretanya dengan KRL 585 sudah terlalu dekat.
Menurut Acep, sinyal di perlintasan di sekitar lokasi tabrakan sering mengalami gangguan. Kondisi itu sebenarnya sudah dilaporkan kepada pihak PT Kereta Api Indonesia. Namun entah mengapa sampai kini sinyal itu belum juga diperbaiki.
Selain luka-luka lecet pada bagian tubuh, tabrakan itu membuat masinis berusia 45 tahun ini cedera pada tulang belakang. Ia tak sempat menghindar, sehingga badannya terkena benturan keras. Cedera Acep ini tergolong parah. Karenanya untuk mendapatkan perawatan lebih baik, Acep kemungkinan akan dirujuk ke Rumah Sakit Kepolisian Pusat dokter Soekanto, Kramatjati, Jaktim. Selain Acep, saat ini masih ada 29 korban luka-luka dan patah tulang yang dirawat di RSUD Pasar Rebo [baca: Keluarga Korban Tabrakan KRL Mendatangi Rumah Sakit].
Sementara itu, Ahmad Yani, masinis kereta rangkaian listrik 585 yang ditabrak dari belakang, mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas sinyal kereta api atau yang biasa disebut MEO. Dia memperlambat laju kereta karena tahu kereta api Pakuan di depannya sedang mogok. Saat berkomunikasi dengan MEO, Ahmad juga mengatakan siap mendorong Pakuan dan melaju pelan dengan kecepatan tiga kilometer.
"Di depan kereta [Pakuan] saya nunggu kepastian dari MEO [untuk mendorong] ternyata Pakuan bisa jalan sendiri,". Saat itulah, kereta yang dipandu ditabrak dari belakang oleh KRL bernomor 583 dengan masinis Acep Darma. Ahmad juga menegaskan tidak pernah melarikan diri. Namun, dia langsung melaporkan ke stasiun terdekat. "Stasiun Pasarminggu," kata dia.(DEN/Novarini dan Hengky Rahman)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/441023/original/010705bMasinisKRL.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)