Liputan6.com, Banda Aceh: Badai kesedihan belum juga hilang dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Setelah diterjang Tsunami, hampir separuh siswa sekolah menengah umum di Tanah Rencong yang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) tidak lulus. Jumlah siswa yang tak lulus mencapai angka 43,2 persen. Di beberapa daerah, seperti Aceh Jaya, yang juga daerah terparah terkena Tsunami, jumlah ketidaklulusan mencapai 76 persen.
Bagi siswa yang tak lulus hasil ujian akhir ini memukul kondisi psikologis mereka. Sebelumnya, Tsunami Desember 2004 telah merenggut harta benda dan jiwa anggota keluarga mereka. Tak heran, banyak di antara mereka memilih menyendiri atau ditenangkan rekan-rekan yang lain. Ini seperti dialami siswa SMA Negeri 8 Banda Aceh. Mereka yang tak lulus tak dapat menyembunyikan kesedihannya saat mengetahui namanya tak tercantum dalam daftar yang lulus. Mereka umumnya mengaku terkejut karena gagal menempuh ujian. Padahal, sebelumnya mereka optimistis bisa lulus.
Kondisi serupa juga dialami siswa SMAN 26 Jakarta. Ranu Ferdi, satu dari tujuh siswa tak bisa menyembunyikan kekecewaannya mengetahui namanya tak tercantum dalam daftar kelulusan yang dipasang di sekolahnya. Bahkan, Ranu sempat beberapa kali melihat papan pengumuman untuk meyakinkan diri. Hingga ketika dipanggil ke ruang guru, Ranu pun tak kuasa menahan tangis di pelukan gurunya.
Ranu merasa yakin akan lulus. Apalagi, dalam kesehariannya, ia termasuk siswa yang nilainya bagus. Karena kecewa dan malu, Ranu tak ingin berlama-lama di sekolah dan langsung tancap gas mobilnya meninggalkan sekolah. Ini juga dialami rekan Ranu, Sahat Parulian dan Ahmad Firdaus Alexandro. Mereka sangat yakin bisa mengerjakan ujian dengan maksimal. Namun, kenyataan berbicara lain.
Naiknya standar nilai kelulusan dari 4,01 menjadi 4,26 menyebabkan banyak siswa yang tak lulus UAN. Bahkan, ada sejumlah sekolah di Jawa Timur yang seratus persen siswanya gagal dalam UAN. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah siswa tak lulus mencapai 5.221 dari 243 ribu siswa yang mengikuti UAN. Di Provinsi Sulawesi Selatan, angka ketidaklulusan mencapai 10 persen. Kondisi serupa juga dialami di Provinsi Jawa Tengah. Dinas pendidikan setempat memperkirakan banyak siswa yang tidak lulus akibat naiknya standar nilai kelulusan [baca: Jumlah Siswa yang Tidak Lulus Meningkat].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Bagi siswa yang tak lulus hasil ujian akhir ini memukul kondisi psikologis mereka. Sebelumnya, Tsunami Desember 2004 telah merenggut harta benda dan jiwa anggota keluarga mereka. Tak heran, banyak di antara mereka memilih menyendiri atau ditenangkan rekan-rekan yang lain. Ini seperti dialami siswa SMA Negeri 8 Banda Aceh. Mereka yang tak lulus tak dapat menyembunyikan kesedihannya saat mengetahui namanya tak tercantum dalam daftar yang lulus. Mereka umumnya mengaku terkejut karena gagal menempuh ujian. Padahal, sebelumnya mereka optimistis bisa lulus.
Kondisi serupa juga dialami siswa SMAN 26 Jakarta. Ranu Ferdi, satu dari tujuh siswa tak bisa menyembunyikan kekecewaannya mengetahui namanya tak tercantum dalam daftar kelulusan yang dipasang di sekolahnya. Bahkan, Ranu sempat beberapa kali melihat papan pengumuman untuk meyakinkan diri. Hingga ketika dipanggil ke ruang guru, Ranu pun tak kuasa menahan tangis di pelukan gurunya.
Ranu merasa yakin akan lulus. Apalagi, dalam kesehariannya, ia termasuk siswa yang nilainya bagus. Karena kecewa dan malu, Ranu tak ingin berlama-lama di sekolah dan langsung tancap gas mobilnya meninggalkan sekolah. Ini juga dialami rekan Ranu, Sahat Parulian dan Ahmad Firdaus Alexandro. Mereka sangat yakin bisa mengerjakan ujian dengan maksimal. Namun, kenyataan berbicara lain.
Naiknya standar nilai kelulusan dari 4,01 menjadi 4,26 menyebabkan banyak siswa yang tak lulus UAN. Bahkan, ada sejumlah sekolah di Jawa Timur yang seratus persen siswanya gagal dalam UAN. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah siswa tak lulus mencapai 5.221 dari 243 ribu siswa yang mengikuti UAN. Di Provinsi Sulawesi Selatan, angka ketidaklulusan mencapai 10 persen. Kondisi serupa juga dialami di Provinsi Jawa Tengah. Dinas pendidikan setempat memperkirakan banyak siswa yang tidak lulus akibat naiknya standar nilai kelulusan [baca: Jumlah Siswa yang Tidak Lulus Meningkat].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/440984/original/300605cUAN.jpg)