Ratusan Pengungsi Pulau Haruku Kecewa

Ratusan pengungsi korban kerusuhan di Desa Kariu, Pulau Haruku, Maluku, kecewa karena tidak mendapatkan jatah rumah. Ratusan pengungsi lainnya kecewa karena rumah yang mereka tinggali tidak layak huni.

Diterbitkan 12 Juni 2005, 09:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Pulau Haruku: Sebanyak 436 kepala keluarga atau sekitar 1.859 jiwa pengungsi korban kerusuhan asal Desa Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku, kini mulai kembali ke daerah asal. Sayangnya, pemulangan yang disambut Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Latuconsina ini menuai masalah.

Sebanyak 108 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa pengungsi di antaranya protes karena pada saat kembali ke tempat asal tidak mendapatkan jatah rumah. Sementara ratusan kepala keluarga lainnya yang sudah mendapatkan rumah kecewa karena kediaman yang mereka tinggali tidak layak huni. Rumah dengan tipe 36 berukuran setengah permanen ini tidak dilengkapi jendela, dapur, dan kamar mandi. Padahal, total dana untuk pembangunan perumahan ini hampir mencapai Rp 1 miliar.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Karel Ralahalu berjanji kepada para pengungsi akan meninjau dan mendata ulang pengungsi hingga tuntas. Bahkan, Karel berjanji akan menindak para kontraktor yang terbukti menyelewengkan hak-hak pengungsi.(DNP/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6