Terinspirasi Film Laut Bercerita, Sejauh Mata Memandang Rilis Koleksi Kaus hingga Bandana

Sejauh Mata Memandang menerjemahkan elemen Laut Bercerita ke dalam koleksi fashion dengan sentuhan desain yang bisa dikenakan.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 21:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi antara film dan dunia fashion menghadirkan cara baru untuk membawa cerita ke dalam gaya personal. Sejauh Mata Memandang menerjemahkan narasi film Laut Bercerita, produksi Pal 8 Pictures yang diadaptasi dari novel best seller karya Leila S. Chudori, ke dalam koleksi busana dan aksesori dengan desain yang sarat makna.

Koleksi spesial ini mencakup kaus, tote bag kanvas, hingga bandana, merujuk rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 23 Oktober 2026. Dua desain kaus menjadi pilihan utama dengan detail visual dan kutipan yang merepresentasikan elemen cerita fim tersebut.

Kaus Laut Bercerita D1 menampilkan tulisan "Laut Bercerita" yang dipercantik aksen sulam benang merah. Detail sederhana ini memberikan sentuhan khas pada desain sekaligus menjadi elemen visual yang menonjol.

Sementara itu, kaus D2 mengusung kutipan puisi dari novel karya Leila, yakni "Matilah engkau mati, kau akan lahir berkali-kali." Kalimat tersebut menjadi daya tarik desain yang menghubungkan busana dengan pesan dalam karya sastra tersebut.

Kedua kaus menggunakan material 100 persen katun yang nyaman dikenakan untuk aktivitas sehari-hari. Tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam, masing-masing desain dibanderol seharga Rp 310 ribu.

Sementara itu, tote bag kanvas dalam koleksi ini tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu putih dan navy. Produk ini dibanderol dengan harga Rp 410 ribu. Sementara itu, bandana hadir menggunakan material TENCEL Lyocell dengan ukuran 70 × 70 cm.

Donasi Penjualan Koleksi

Bandana dalam koleksi ini dibuat menggunakan teknik cetak digital dengan pewarna bersertifikat STANDARD 100 by OEKO-TEX. Tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam, aksesori ini dibanderol dengan harga Rp 410 ribu.

Sebagian hasil penjualan koleksi spesial ini akan disalurkan pada Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia (IKOHI), organisasi yang mendampingi keluarga korban penghilangan paksa.

Film Laut Bercerita berlatar Yogyakarta pada akhir 1990-an. Kisahnya mengikuti Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, seorang mahasiswa yang bersama rekan-rekannya memperjuangkan kebebasan berekspresi.

Ketika Laut dan sejumlah kawannya menghilang, keluarga serta sahabat mereka harus menghadapi pencarian panjang untuk mengungkap nasib orang-orang terkasih.

Film ini menjalani pemutaran perdana dunia dalam kategori Main Competition di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 pada 11 Oktober. Sementara itu, penayangan di bioskop Indonesia dijadwalkan mulai 29 Oktober 2026.

Kolaborasi Lainnya

Ini bukan proyek kolaborasi pertama Sejauh Mata Memandang. Tahun lalu, jenama mode itu bekerja sama dengan Tulus. "Kolaborasi ini kesempatan kesekian, tapi mungkin kita naik ke tahap berikutnya," kata Tulus saat jumpa pers di Jakarta, 18 Juli 2025.

Pendiri sekaligus Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, Chitra Subiyakto, mengajak Tulus menggambar motif untuk dicetak pada kain. Ia memberikan arahan sederhana: menciptakan sesuatu yang dapat menghadirkan kebahagiaan saat dilihat orang lain.

Lulusan arsitektur Universitas Katolik Parahyangan itu pun menerima tantangan tersebut. Meski sebelumnya hanya menggambar untuk mengisi waktu luang, Tulus mulai mengembangkan sketsa menjadi motif yang dapat dikenakan banyak orang.

"Menggambar buat saya menenangkan, tapi tak pernah kepikiran kalau sesuatu yang hanya sekadar menenangkan itu, bisa jadi baju gara-gara Mbak Chitra," tuturnya. Salah satu motif karyanya memadukan kotak kosong, kotak berwarna, dan empat titik yang disusun menyerupai kain poleng.

 

 

Film Laut Bercerita

Sementara itu, film Laut Bercerita memiliki perjalanan panjang sebelum dikembangkan menjadi film layar lebar. Adaptasi novel ini sebelumnya hadir dalam format film pendek yang diproduksi untuk mendukung peluncuran novelnya, lapor kanal Showbiz Liputan6.com.

Dalam versi film panjang, Dian Sastrowardoyo yang sebelumnya ikut memproduksi film pendek tersebut kembali terlibat. Kali ini, ia memerankan Kasih Kinanti atau Kinan, karakter yang sudah dikaguminya sejak membaca draf novel sebelum diterbitkan pada 2017.

Sutradara Yosep Anggi Noen menggarap film ini bersama Leila. Proses adaptasi ini turut menghadirkan tantangan dalam menerjemahkan narasi sastra ke bahasa visual, sekaligus mempertahankan kedalaman emosi dan karakter yang melekat pada cerita aslinya.

Â