Liputan6.com, Jakarta - Sansevieria atau yang dikenal sebagai tanaman lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias favorit karena perawatannya yang mudah. Tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman rutin dan tetap bisa tumbuh baik meski minim perhatian, sehingga cocok untuk pemula.
Selain itu, melansir BWH Plant Co, Selasa, 14Â April 2026, bentuk daunnya yang tegak dengan pola unik membuatnya menarik sebagai elemen dekoratif, baik di dalam maupun luar ruangan. Berasal dari wilayah Afrika seperti Kongo dan Madagaskar, sansevieria kini banyak dibudidayakan di daerah tropis, termasuk Indonesia.
Meski secara alami menyukai lingkungan kering, tanaman ini tetap mampu beradaptasi dengan iklim lembap. Namun, jika tidak dikontrol, pertumbuhannya bisa sangat cepat dan berpotensi mendominasi area tanam.
Advertisement
Keunggulan utamanya terletak pada sistem akar rimpang yang mampu menyimpan cadangan air. Struktur ini memungkinkan tanaman bertahan dalam kondisi kering dalam waktu lama. Berkat karakter tersebut, lidah mertua tetap terlihat sehat dan rimbun meski jarang disiram, menjadikannya pilihan praktis untuk hunian modern.
Selain itu, sansevieria juga dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap berbagai kondisi cahaya, mulai dari terang hingga minim sinar matahari. Fleksibilitas ini membuatnya mudah ditempatkan di berbagai sudut ruangan, termasuk area indoor seperti kamar atau ruang kerja tanpa perawatan yang rumit.
Tidak hanya itu, tanaman ini juga kerap dipilih karena daya tahannya terhadap perubahan suhu dan lingkungan. Dengan perawatan sederhana, lidah mertua bisa bertahan dalam jangka panjang, menjadikannya investasi dekorasi yang praktis sekaligus estetis.
Kebutuhan Air dan Penyiraman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555381/original/025305100_1776154348-IMG-20260414-WA0050.jpg)
Lidah mertua termasuk tanaman yang tidak membutuhkan penyiraman sering. Cukup lakukan setiap dua hingga tiga minggu, terutama saat bagian atas media tanam sudah kering.
Kemampuannya menyimpan air di akar rimpang membuat tanaman ini tetap tahan meski sesekali terlambat disiram. Namun, penyiraman berlebihan perlu dihindari karena dapat memicu pembusukan akar.
Untuk pencahayaan, sansevieria tumbuh optimal di bawah sinar terang tidak langsung, seperti di dekat jendela atau area dengan cahaya alami. Idealnya, tanaman ini mendapat paparan sekitar 6–8 jam per hari.
Meski bisa bertahan di cahaya rendah, pertumbuhannya akan melambat dan warna daun terlihat kurang cerah. Sebaliknya, paparan sinar matahari langsung terlalu lama juga tidak disarankan karena berisiko merusak daun.
Advertisement
Masalah Kesehatan Tanaman yang Perlu Diperhatikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555382/original/003001100_1776154350-IMG-20260414-WA0049.jpg)
Meski dikenal tangguh dan mudah dirawat, Sansevieria tetap bisa mengalami masalah, terutama pada bagian akar. Hal ini berkaitan dengan asal habitatnya yang cenderung kering, sehingga tanaman ini cukup sensitif terhadap kondisi tanah yang terlalu lembap.
Masalah yang paling sering muncul adalah busuk akar. Kondisi ini menyerang rimpang, mengubah teksturnya dari keras menjadi lembek, serta warnanya dari putih atau cokelat muda menjadi cokelat gelap akibat kurangnya oksigen. Penyebab utamanya biasanya karena penyiraman berlebihan atau media tanam yang tidak memiliki drainase baik.
Untuk mengenalinya, akar bisa diperiksa dengan membuka sedikit media tanam. Perhatikan apakah rimpang masih padat atau sudah lembek, serta apakah muncul bau tidak sedap. Selain itu, perubahan juga terlihat pada daun—mulai dari menguning, kecokelatan, layu, hingga terasa lunak saat disentuh.
Media Tanam dan Nutrisi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555383/original/088632900_1776154350-IMG-20260414-WA0048.jpg)
Demi tetap tumbuh sehat, Sansevieria membutuhkan media tanam yang tidak menahan air terlalu lama. Kunci utamanya ada pada drainase yang baik, sehingga air tidak menggenang di sekitar akar.
Biasanya, media tanam yang ideal merupakan campuran bahan seperti arang hortikultura, perlit, vermikulit, pasir, kompos, serta kulit kayu anggrek yang membantu menjaga sirkulasi udara tetap lancar.
Sebaliknya, ada beberapa bahan yang sebaiknya dihindari, terutama yang mudah menyimpan kelembapan berlebih seperti lumut sphagnum dan sabut kelapa. Jika digunakan, risiko akar membusuk akan lebih tinggi. Dengan komposisi media yang tepat, lidah mertua bisa tumbuh lebih optimal, terlihat segar, dan tetap mudah dirawat dalam jangka panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4691763/original/031604000_1702982141-Serangan_macan_tutul_melukai_tiga_orang_di_Guwahati-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2868342/original/096121800_1564538373-julie-johnson-fZrbluoNOZU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297884/original/073136700_1784109719-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298961/original/059112900_1784188498-Yuni_Shara.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298668/original/053004500_1784179591-pexels-pittrom-18457989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2885578/original/080240800_1566188165-Photo_by_Mia_Moessinger_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299242/original/096795300_1784203477-LOUIS_VUITTON_x_FIFA_WORLD_CUP_2026_TROPHY_TRUNK_C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3076370/original/099870200_1584159428-meghan-holmes-wy_L8W0zcpI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146649/original/096455900_1740841259-Kurang_Tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255628/original/049369500_1750191119-two-women-out-city-going-shopping-spree.jpg)