7 Cara Membuat Martabak Manis Takaran Gelas, Anti Gagal dan Lumer di Mulut

Panduan lengkap 7 cara membuat martabak manis takaran gelas, anti gagal, lembut, dan bersarang sempurna.

Diterbitkan 11 April 2026, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Martabak manis menjadi salah satu jajanan favorit yang tak pernah kehilangan penggemar. Teksturnya yang lembut, bersarang, serta topping yang melimpah membuatnya selalu menggoda untuk dinikmati kapan saja. Namun, tidak sedikit orang yang merasa kesulitan membuat martabak sendiri di rumah karena hasilnya sering bantat atau kurang bersarang.

Di tengah tren memasak praktis, penggunaan takaran gelas menjadi solusi yang banyak dicari. Metode ini dinilai lebih sederhana karena tidak memerlukan timbangan, namun tetap mampu menghasilkan martabak manis dengan kualitas yang tidak kalah dari penjual kaki lima hingga gerai ternama.

Berbagai resep yang beredar menunjukkan bahwa kunci keberhasilan martabak manis terletak pada komposisi bahan, teknik fermentasi, hingga cara memasaknya. Lantas, bagaimana langkah yang tepat agar martabak manis takaran gelas bisa empuk dan bersarang sempurna?

1. Persiapan Bahan Dasar Menentukan Tekstur Adonan

Bahan-bahan:

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan

Cara membuat:

  1. Siapkan wadah besar yang bersih.
  2. Campurkan tepung terigu, gula, garam, dan baking powder, aduk rata.
  3. Tambahkan telur, lalu aduk perlahan.
  4. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak menggumpal.
  5. Masukkan ragi instan dan aduk hingga adonan halus.
  6. Pastikan tekstur adonan kental dan tidak terlalu cair.

2. Pengadukan Intensif Membentuk Adonan Halus

Bahan-bahan (sama seperti sebelumnya):

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan

Cara membuat:

  1. Aduk adonan selama 10–15 menit menggunakan whisk atau sendok kayu.
  2. Lakukan gerakan memutar dan sesekali angkat adonan.
  3. Hancurkan jika ada gumpalan tepung.
  4. Adonan yang siap akan terlihat licin, halus, dan sedikit berbuih.
  5. Diamkan selama 5 menit sebelum fermentasi.

3. Fermentasi Adonan untuk Hasil Mengembang

Bahan-bahan (sama seperti sebelumnya):

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan

Cara membuat:

  1. Tutup adonan dengan kain bersih atau plastik.
  2. Diamkan selama 1 jam di tempat hangat.
  3. Biarkan hingga adonan mengembang dan muncul gelembung.
  4. Setelah itu, aduk perlahan satu kali saja.
  5. Jangan overmix agar struktur tetap terjaga.

4. Penambahan Baking Soda sebagai Kunci Sarang

Bahan-bahan:

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan
  • 1/4 sdt baking soda
  • 1 sdm air (untuk melarutkan baking soda)

Cara membuat:

  1. Larutkan baking soda dengan sedikit air.
  2. Tuangkan ke dalam adonan yang sudah difermentasi.
  3. Aduk perlahan selama 10–15 detik saja.
  4. Diamkan kembali selama 5–10 menit.

5. Teknik Memasak di Teflon agar Matang Merata

Bahan-bahan:

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan
  • 1/4 sdt baking soda
  • 1 sdm air (untuk melarutkan baking soda)

Cara membuat:

  1. Pastikan adonan sudah melalui proses fermentasi dan penambahan baking soda.
  2. Panaskan teflon dengan api kecil selama 3–5 menit hingga benar-benar panas.
  3. Jangan olesi minyak agar pinggiran martabak bisa kering dan renyah.
  4. Tuang 1 sendok sayur adonan ke tengah teflon.
  5. Putar teflon secara perlahan agar adonan melebar dan membentuk pinggiran tipis.
  6. Masak dengan api kecil hingga muncul gelembung-gelembung kecil di permukaan.
  7. Biarkan hingga sarang mulai terbentuk tanpa menutup teflon terlebih dahulu.

6. Penambahan Gula dan Proses Pematangan

Bahan-bahan:

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir (tambahan untuk taburan)
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan
  • 1/4 sdt baking soda

Cara membuat:

  1. Saat gelembung di permukaan mulai banyak dan pecah, taburkan gula pasir secara merata.
  2. Kecilkan api agar bagian bawah tidak gosong.
  3. Tutup teflon untuk memerangkap panas sehingga bagian atas matang sempurna.
  4. Masak selama 3–5 menit hingga permukaan tidak lagi basah.
  5. Pastikan bagian bawah berwarna kecokelatan dan matang merata.
  6. Angkat martabak dengan spatula secara perlahan agar tidak sobek.

7. Topping dan Penyajian Martabak Manis yang Sempurna

Bahan-bahan:

  • 1 gelas tepung terigu protein sedang
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 1 gelas air
  • 1/2 sdt ragi instan
  • 1/4 sdt baking soda

Bahan topping:

  • Margarin secukupnya
  • Susu kental manis secukupnya
  • Meses cokelat
  • Keju parut
  • Kacang sangrai tumbuk
  • Gula pasir (opsional)

Cara penyajian:

  1. Setelah martabak matang, segera pindahkan ke alas datar.
  2. Olesi seluruh permukaan martabak dengan margarin saat masih panas agar meresap.
  3. Tuangkan susu kental manis secara merata di atas permukaan.
  4. Taburkan topping sesuai selera seperti meses, keju, atau kacang.
  5. Jika ingin rasa lebih manis, tambahkan sedikit gula pasir di atas topping.
  6. Lipat martabak menjadi setengah lingkaran.
  7. Tekan perlahan agar isi menyatu dan tidak mudah keluar.
  8. Olesi bagian luar dengan margarin agar tampak mengilap dan lebih gurih.
  9. Potong-potong menggunakan pisau tajam sesuai ukuran yang diinginkan.
  10. Sajikan dalam keadaan hangat untuk mendapatkan tekstur lembut dan lumer yang maksimal.

 

5 Pertanyaan dan Jawaban (People Also Ask)

1. Kenapa martabak manis tidak bersarang?

Martabak tidak bersarang biasanya karena fermentasi kurang optimal atau adonan terlalu kental.

2. Apakah bisa membuat martabak tanpa mixer?

Bisa, cukup diaduk manual hingga adonan halus dan tidak menggumpal.

3. Berapa lama fermentasi adonan martabak?

Idealnya sekitar 1 jam hingga adonan mengembang dan berbuih.

4. Kenapa martabak jadi bantat?

Penyebabnya bisa karena takaran tidak tepat, kurang ragi, atau api terlalu besar saat memasak.

5. Apakah takaran gelas akurat untuk membuat martabak?

Ya, selama konsisten menggunakan gelas yang sama, hasilnya tetap bisa maksimal dan anti gagal.